Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Story

Perternakan Trigona

Siapa yang baru pertama kali melihat hewan kecil ini? Namanya Trigona atau emmu sebutan lokalnya di Desaku salah satu hewan penghasil madu. Kemarin saya berkesempatan mengunjungi peternakan milik seorang pemuda yang bernama Basri beliau juga salah satu senior saya di waktu sekolah menengah pertama dulu dan patner usaha Kedai 0. Honda fit 110 cc Awalnya saya belum meniatkan untuk berkunjung ke salah satu peternakannya. Tujuan saya datang kerumahnya hanya ingin mengambil tenda lipat yang di pakai seusai hajatan pernikahannya. Dengan mengendarai motor honda pada jaman smp dulu.  Setelah mesin motor bekerja saya pun menarik tali gas dengan memutarnya secara perlahan hingga berpacu di atas jalan aspal dan beton tak butuh waktu lama saya pun tiba di rumah rekan saya itu. Beliau sedang beraktivitas seperti biasanya mengurusi bahan-bahan peternakan.  Tiba Di peternakan Jarak antara rumahnya dengan peternakan ini kurang lebih sekitar 1 km, tidak membutuhkan wakt...

World bicycle day

Setiap 3 juni, kegiatan hari bersepeda sedunia di laksanakan di berbagai tempat,  dan yang melaksanakan juga dari berbagai kalangan mulai anak-anak, remaja, dewasa bahkan berumur tua. Mereka dengan semangat serta antusiasnya menebar informasi tentang solusi bagi polusi.  soppeng Baru pertama kali ikut serta merasakan hari bersepeda sedunia, berbekal informasi kegiatan Gowes bareng di adakan di lapangan Gasis yang saya peroleh dari pesan watsapp . Bukan lagi hal yang luar biasa memperingati kegiatan dalam tingkat nasional maupun internasional ini,  seperti halnya peringatan hari bumi sedunia 24 april 2021 lalu. Dalam setahun kegiatan-kegiatan ini akan selalu di peringati membuat saya serta kalian kembali mengenang histori atas tindakan kita akan hal-hal penting yang di peringati. Kota soppeng yang berjarak 28 km dari kampung saya yaitu Ds Tetewatu kec. Lilirilau.  Start Sebelumnya sudah ada ke dua rekan  menunggu di pertigaan Salaonro, satunya lagi me...

Masa Kecilmu?

Hay.. apa kabar kalian semua,  semoga dalam kehidupan sehari-hari selalu di berikan kesehatan dan kebahagian. Kali ini saya ingin mengajak kalian kembali mengingat-ngingat tentang peristiwa yang menyisahkan banyak kenangan mulai dari akal yang belum pernah berfikir terlalu berat sampai dengan menangis jika keinginan tidak di terpenuhi heheh.  Anak lelaki Bagi anak lelaki kecenderungan untuk bermain di luar rumah adalah hal yang lumrah dibanding dengan kebanyakan anak perempuan yang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah,  namun jika mereka bermain bersama kalian pasti ingat permain ayah dan ibu? Heheh jangan senyum-senyum sendiri..  permainan ini berbentuk dari kolaborasi antara anak laki-laki dan perempuan yang gara-gara mencontohi kehidupan ayah dan ibu dengan status suami istri sehingga kegiatan yang dilakukan lebih kepada sesuatu hal yang sensitif namun belum masuk dalam kategori pornografi hehe..  maaf yah,  tidak semua permainan ini dilak...

Nenek pengais sampah

Nenek Tubuh tak sekuat dahulu,  nampak keriput di sekujur tubuhnya dengan sedikit membungkuk ketika berjalan sambil menenteng kantungan serta menyunggi karung yang telah terisi dengan tumpukan sampah plastik. Ia tak bosan-bosannya masuk di antara pintu kecil belakang Teknik mulai pagi, siang hingga sore menjelang nampak si nenek tua berjalan diantara mahasiswa yang katanya berpendidikan. Ia berjalan melewati beberapa fakultas mengais tumpukan sampah. yah botol minuman bekas bagaikan barang berharga,  dengan tongkatnya ia mengambil satu persatu kemasan plastik yang terbuang sia-sia sadar atau tanpa sadar oleh pemiliknya. Dengan gerak tubuh yang lamban dan sedikit bicara.  Menerka Apa mungkin si nenek sudah terlatih hidup mandiri?, atau kah tak ada uang untuk membeli makanan karena si anak belum gajian?, nalar terus lah bertanya tanpa henti menerka membayangkan si Nenek yang kadang menepih sejenak karena lelah berjalan. Ia pun harus berlomba dengan pengais rezek...

KEHILANGAN JEJAK

Hari itu ketika naluri petualang sedang memanggil, Saya bersama saudara tak sedarah meninggalkan kota seminggu. Menyapa kembali hutan belantara yang sepertinya sudah menjadi kawan dekat. Matahari kian membawa sinarnya, hingga gelap menyoroti Manusia- manusia yang sedang melatih diri jauh dari keramaian namun dekat dengan kedamaian. Malam itu rasa gundah menyelimuti ruang hati sebab beberapa saudara kami tak beruntung mendapatkan titik koordinat yang di tentukan, Kami pun mengutus beberapa tim untuk mencari jejaknya dimalam hari yang bersanding dengan rembulan. Kecemasan itu lebih menampakkan wujudnya ketika beberapa tim tak mendapat kan jejaknya, Namun beberapa analisa perkiraan kami mereka telah sampai pada titik koordinat berikutnya. Di saat pagi tiba saya bersama saudara seangkatan menelusuri kembali jejak-jejak di sekitaran sungai yang kemungkinan beberapa tim yang terpisah semalam melewati tempat ini, Disaat itu pula cuaca tak mendukung gerimis menerpa membuat kam...

Puncak Appaserenge, Bulan Yang Berulang

Apa kado yang kamu inginkan?, bergumam tanpa gema di bulan yang sama dalam sekali setahun, yaa..  ini hari kelahiranku tak seperti tahun-tahun biasanya ucapan silih berganti berdatangan, beragam doa terumbar lewat media sosial.  Mmm.. ada yang beda dari biasanya mungkin karena sengaja ku sembunyikan sebab saya terlalu kaku mengakui hari jadi ini, tak ada yang spesial ku persembahkan setahun ini kepada diri karena itu saya merasa malu terhadap manusia, bumi juga tuhan.    Puncak salah satu pilihan.  Setiap hari ini tiba,  saya lebih senang mengasingkan diri, kembali merenungi peristiwa - peristiwa yang ku alami setahun lalu. Seperti halnya soe hok gie yang mendaki di puncak semeru untuk merasakan momen bertambahnya usia namun ajalnya telah datang di detik - detik bertambah umurnya. Sudah saya katakan sebelumnya di tulisan - tulisan yang lalu bahwa tak ada waktu yang begitu spesial semua sama setiap hari penting bagi kita untuk lebih banyak berben...

Majene, perjalanan toyota hilux abu - abu

Setelah mengumpulkan donasi selama tiga hari kami beserta beberapa rombongan dari Karang taruna Tetewatu, NU, Muhammadiyah, kampus algazali juga tim paskas bertolak dari soppeng menuju majene,  sabtu 23 januari 2021. Titik kumpul berada di kediaman ustadz sukri. Pukul 7 lewat saya beserta rekan dari organisasi pemuda di desa,  berangkat dari kampung halaman menggunakan motor bebek yang sudah di modifikasi ala motor trail, walaupun sangat menguras tenaga ketika di bonceng soalnya menahan beban tas,  juga mempertahankan keseimbangan tubuh. Hal itu perlu di rasakan sebab kendaraan rekan saya tak standar lagi. Kurang lebih setengah jam kami pun tiba di rumah ustadz sukri di jl. Lapajung, sudah ada beberapa tim yang sampai duluan mereka sedang mengatur barang di mobil Toyota hilux mulai dari bahan pokok makanan, minuman, pakaian, obat-obatan serta perlengkapan bayi.  Setelah muatan mobil pertama dirasa penuh maka barang tersebut kami bungkus dengan terpal agar tak basah b...

Donasi Untuk Majene dan Mamuju

Dari karang taruna Tetewatu juga pemuda siaga bencana Desa palangiseng berterimakasih banyak kepada orang - orang baik yang telah banyak membantu menyumbangkan sebagian rezekinya untuk penggalangan dana kemanusian korban gempa bumi di sulawesi barat sehingga, selasa 19/01/21kami dapat mengumpulkan uang tunai sebanyak 2.036.000,00 yang kemudian kami alokasikan dana tersebut untuk membeli bahan pokok makanan dan minuman berupa mie instan 15 dos dan juga air mineral 18 dos untuk para korban bencana alam di sulbar.  Bahan pokok tersebut akan di bawah oleh gerakan mapadeceng (Gema), yang diwakilkan oleh bapak ustadz Sukri bertempat di jalan Laburawung depan Bulog. Insyallah kalau tidak ada halangan logistik akan di kirim pada hari sabtu dan mudah - mudahan ada anggota dari karang taruna juga pemuda siaga bencana dapat ikut serta membantu penyaluran logistik di lokasi bencana.  Dana yang terkumpul sebagian juga disisipkan kepada korban kebakaran yang baru-bar...

Solidaritas Peduli Bencana Alam

"Aksi solidaritas pemuda karang taruna Tetewatu dan Pemuda siaga bencana Desa palangiseng menggelar aksi penggalangan dana di pasar Tetewatu,  untuk para korban bencana alam di sulawesi barat. Minggu,17/01/21." Hari ini adalah hari ke 2 kegiatan penggalangan dana untuk saudara kita yang terkena musibah gempa bumi di sulawesi barat, kemarin kegiatan penggalangan dana ini berlangsung di kota soppeng tepat nya di perempatan lampu merah lapajung dengan mengumpulkan dana sebesar 341.000 dan bukan cuman kami saja yang melakukan aksi penggalangan dana ada beberapa kelompok mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Antusias masyarakat sangatlah besar demi membantu para korban bencana alam.  Sebelumnya kami juga pernah melakukan aksi serupa ketika terjadi bencana alam di masamba dengan beberapa komunitas serta para pengusaha yang tergabung dalam Sinergitas peduli bencana. Kali ini titik penggalangan dana selanjutnya berada di kampung kami sendiri, Alhamdulillah berkat sumbangan...

Berdagang Tahu

Maaf baru ada kesempatan menulis,  lagi sibuk cari duit untuk modal nikah wkwkwk.. bercanda. Postingan ini harusnya lebih dulu ter publish tapi karena penyakit malas sedang melanda,  jadi terlambat untuk menceritakan tentang sosok pedagang kaki lima yang tak sengaja ku jumpai. Namanya juga tulisan feature bukan hardnews yang lebih mengutamakan persoalan waktu kejadian.  "Awalnya janjian dengan beberapa teman akhirnya sendiri." Siapa yang pernah mengalami hal serupa?, minggu ceria kali ini tujuannya di appasereng'nge salah satu daerah ketinggian di Desa mattabulu pastinya sudah tidak asing lagi di dengar, yang sukanya camp di alam bebas sudah hafal betul lokasi ini dan juga mungkin ada diantara kita yang camp 2 kali seminggu waouu..  Saya start dari rumah sore hari,  tampaknya cuaca kali ini cukup tenang setenang kendaraan mio soul gt biru, melaju di atas aspal yang tak semulus ketika baru jadian heheh. Tanpa melambaikan tangan serta salam karena telah mengharap...

1 Dekade Imps Umi

Gerimis malam itu tak begitu deras di sebagian wilayah Soppeng, namun cukup membuat beberapa petani kegirangan karena tanamannya di perkirakan tak layu untuk beberapa waktu ke depan, awalnya mau datang lebih awal tapi karena ada kendala,  maka saya baru beranjak dari rumah hampir jam 8 malam. Mungkin baru sekitar 15 km di perjalanan,  hujan pun turun hingga membasahi pori - pori pakaian tak ada yang terlontar dari mulut kata - kata hujatan, kini saya mulai bersahabat dengan ciptaannya selama beberapa dekade ini, mungkin karena bertambahnya usia pemahaman pun kian berubah. Belum lagi hujan juga pernah berjasa ketika cadangan air pada saat di alam bebas menipis.  " Kenapa tak berhenti berteduh." Bukannya tak mau menepi sejenak saya pikir hujannya tak awet, juga saya takut ketinggalan banyak momen - momen penting makanya tak ada pikiran yang kuat untuk berhenti karena hujan. Yang ada hanya basah kuyup. "sempat saya berfikiran seandainya saya membawa pakaian ganti mungkin sa...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....

Keringat

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada Organisasi ke pecinta alaman Tekpala Ft-Umi Makassar yang memberikan kami banyak pengalaman hidup. "sebelumnya saya pernah menulis tentang Dusun Bahonlangi kalian scroll  saja kebawah". Dusun ini sudah menjadi rumah kedua setelah rumah dikampung soalnya -+ 2 minggu kami melakukan kegiatan bakti sosial,  niat nya sama seperti kalian pada umumnya saling tolong menolong antar sesama penghuni bumi.  "Udara di tempat ini amatlah sejuk, kalian yang rumahnya di pegunungan sudah pasti terbiasa dengan udara disini. " Wah.. sudah bertahun - tahun tdk pernah lagi mengunjungi Dusun itu pasti sudah banyak yang berubah apa daya belum ada waktu luang untuk kesana, barang kali esok atau lusa saya masih di beri kesempatan menikmati segala karunia Tuhan yang amat nikmat. "wallahu a'lam bissawab."  " Sekarang kamu terbayang tidak?, bagaimana keadaan tempat itu?." " Yahh.. seperti yang anda pikirkan airnya s...

Buang, Bakar, Kubur Atau Pindahkan

Kalian pasti pernah masuk hutan entah di waktu kecil ataupun dewasa, kalau rumah saya dulu dekat sekali dengan hutan jadi tempat bermain kami kalau bukan di lorong rumah, di jalanan, pastinya larinya kehutan tapi sayang sekali ingatan ku masa itu sangat sedikit jadi saya tidak bisa menggambarkan secara detail kepada kalian maklum peristiwa itu berlalu kisaran 20 tahunan ke atas heheh...  Tapi kalian setuju tidak?, kalau masa-masa Sd adalah masa yang paling berani,  bebas melakukan sesuatu dan paling sering kena marah,  beranjak dewasa kita mulai di batasi oleh aktivitas yang tak sedikit mulai dari pendidikan, keluarga, finansial dan juga aktivitas lainnya sehingga waktu bermain semakin berkurang setelah kalian beranjak dewasa dan sekarang zaman digitalisasi merubah dari bermain menjadi permainan kita yang dewasa lebih memilih permainan ada yang sekedar main ada juga yang memperoleh keuntungan dari permainan itu.  "Hmmm... " Mari kita lanjut cerita ini den...

03:30 Wita

 Sekian banyak peristiwa terjadi lewat begitu saja di pelupuk mata, sembari menghela nafas panjang satu persatu tunduk dalam kuasa, Bukankah ini yang kamu minta ?, menghilang sejenak dari keramaian penuh murka hahahah. Sayangnya kamu hanya sekedar pergi membuang pikiran negatif lalu membawa nya kembali di ruang - ruang yang hampa, Agar tak hampa ku bawa pikiranku melayang hingga membuat sel - sel di otak ku mengembalikan suara angin di pinggiran bukit, Damai tak ada beban, ringan membawa suara - suara tanpa derai air mata yang tak terlihat. Sampai saat ini saya katakan waktu itu akan tetap sama seberapa lama kita menunggu waktu - waktu spesial muara nya akan tetap sama. Sama hanya untuk memberikan kita kesempatan untuk menjadikan jasad agar memperlakukan isi dengan sebaik - baiknya bukan hanya sekedar mengiyakan persepsi tentang enak dan nyaman lalu isi di perbudak oleh jasad. Biarkan yang terjadi pergi dengan sendirinya walaupun menyimpan sesal. 03:30 Wita kali ini tanpa ku dengar...

Ati Macinnong (hati yang bersih)

Penulis : Eki  Saya tiba pada malam hari di pegunungan Umpungeng bersama 3 rekan seperjalanan, sebelum sampai di tujuan motor yang saya tumpangi mengalami kecelakaan dibagian as roda depan bengkok dan tidak bisa lagi di kendarai pada saat itu juga, namun ke inginanku cukup besar demi melanjutkan perjalanan. Beberapa orang mengatakan tidak usah untuk melanjutkan, ada juga yang mengatakan kalau ingin melanjutkan kembali dulu kerumah perbaiki perasaan hingga menciptakan suatu dilema pada pikiran saya, berkat konsolidasi akal dan hati saya pun menyampaikan lewat kata yang halus dengan tidak menyinggung tradisi seseorang ketika hendak keluar rumah, hal - hal negatif  di benak  tidak pernah luput menyertai perjalanan ini tetapi pada waktu itu saya memiliki naluri dan keyakinan yang susah untuk disampaikan ada suatu perasaan yang lebih dominan untuk menuntun saya bahwa saya sampai di Umpungeng dengan selamat, Alhamdulillah setelah kejadian itu kami ber 4 tiba di lokasi camp deka...

Borobudur Warisan Dunia

 Penulis : Eki Magelang provinsi Jawa tengah terdapat kuil buddha yang dikenal dengan Candi Borobudur terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 Km di sebelah barat laut Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta, dari artikel yang pernah saya baca Borubudur didirikan oleh penganut Agama buddha mahayana sekitar tahun 800 san masehi pada masa pemerintahan Wangsa syailendra yang dimana Borobudur ini kuil terbesar di dunia juga sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO. kalau anda pertama kali berkunjung kesini anda akan melihat penampakan bangunan yang cukup besar dan megah berdiri kokoh dan rapi juga kalian dapat melihat secara detail ukiran pada batu yang menggambarkan budaya mereka pada masalampau namun ada sebagian ukiran yang telah rusak. Dari bukti - bukti sejarah, Borobudur di tinggalkan pada abad ke - 14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan hindu dan buddha di jawa serta mulai masuknya Agama islam. Anda tidak perlu heran jika melihat banyaknya ...

I Lagaligo di bumi latemmamala

 Penulis : Eki   Pagelaran Seni Lagaligo 3 "Karena bukti sejarah sehingga dapat kita ekspresikan dalam bentuk kesenian, masa lampau yang penuh tanda tanya dan meninggalkan rasa penasaran lebih besar, sudah semestinya kita yang masih peduli akan warisan budaya lebih banyak menambah wawasan serta berpergian untuk mengungkap sesuatu yang sudah ada,- Lapangan Gasis Soppeng, 19 September 2018." Festival Budaya dan Seminar Internasional Lagaligo,yang menjadi tuan rumah pada perayaan kali ini adalah kabupaten Soppeng kota yang jaraknya kurang lebih 158 km dari kota makassar ini versi Google Map, untuk sampai ketempat ini kalau dari makassar ada 2 (dua) rute yang bisa dilalui, anda dapat menempuh jalur  dari arah Maros-Bone kemudian dari arah Pangkep-Barru. Kota kalong adalah sebutan kota ini, di percayakan menjadi tuan rumah dalam pagelaran Tradisi dan Budaya yang sebelumnya pernah di adakan di Barru, dan Luwu , Cerita I LAGALIGO ini merupakan fragmen terpanjang di dunia lebih p...

Merinding tak sendiri

Penulis : Asr Musikalisasi puisi institut seni dan budaya makassar meriahkan Lagaligo 3  "Musikalisasi puisi membuat beberapa penonton merinding menyaksikan dan mendengarkan harmonisasi musik dan proposisi. 19 Desember 2018 lalu menjadikan peristiwa tak terlupakan bagi para penonton" Seketika saya takjub mendengarkan alunan nada di setiap alat musik yang bersatu padu, menghasilkan suara yang enak di dengar bersama dengan kalimat yang terucap dengan lisan, begitu dalam maknanya membuat sebagian orang tak ketinggalkan mengabadikan moment ini melalui smartphone dan camera perekam lainnya. Diantara para penonton saking padatnya untuk sampai kedepan panggung membutuhkan usaha yang tak sedikit agar dapat melewati celah - celah manusia, coba bayangkan ketika orang serius menonton tiba - tiba anda memotong dan menganggu konsentrasi nya , mungkin anda perlu menabung rasa maaf kepada mereka beberapa kali heheh. Institut Seni dan Budaya Makassar salah satu peserta dalam kegiatan Festiva...