Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada Organisasi ke pecinta alaman Tekpala Ft-Umi Makassar yang memberikan kami banyak pengalaman hidup. "sebelumnya saya pernah menulis tentang Dusun Bahonlangi kalian scroll saja kebawah". Dusun ini sudah menjadi rumah kedua setelah rumah dikampung soalnya -+ 2 minggu kami melakukan kegiatan bakti sosial, niat nya sama seperti kalian pada umumnya saling tolong menolong antar sesama penghuni bumi.
"Udara di tempat ini amatlah sejuk, kalian yang rumahnya di pegunungan sudah pasti terbiasa dengan udara disini. " Wah.. sudah bertahun - tahun tdk pernah lagi mengunjungi Dusun itu pasti sudah banyak yang berubah apa daya belum ada waktu luang untuk kesana, barang kali esok atau lusa saya masih di beri kesempatan menikmati segala karunia Tuhan yang amat nikmat. "wallahu a'lam bissawab."
"Sekarang kamu terbayang tidak?, bagaimana keadaan tempat itu?."
"Yahh.. seperti yang anda pikirkan airnya sangat dingin saya pun butuh waktu tak sedikit untuk ber negoisasi dengan Akal hingga mendapatkan persetujuan mandi atau tidak nya."
Setelah sekian lama disana, mengeluarkan banyak energi dan sudah pasti merepotkan warga karena tiap hari mereka menyajikan makanan untuk kami sederhana namun niiikmat sekali!, "wahh.. saya cukup pandai memuji yahh.. apa ada yang mau di puji sini saya puji. Berkata soal pujian dari buku yang pernah saya rekam pujian memang perlu bagi orang yang sudah mulai tidak menghargai diri." Etss.. nanti dulu kami sepenuhnya tak merepotkan, soalnya persiapan bekal kami amat melimpah lho soalnya butuh perencanaan matang agar dapat hidup disini dengan pertimbangan tak mau menyusahkan masyarakat.
Saya pun amat menghargai profesi buruh, tanpa mereka suatu perencanaan tidak akan pernah terealisasikan walaupun kerjaannya sangat kasar dan berat tapi sesuai dengan upahnya sih.. dilapangan namun hati kecil saya mengatakan bahwa seberapa besar upah yang diberikan tidak akan pernah menggantikan tubuh karunia tuhan yang rusak. "mungkin demi menghidupkan anak dan istri adalah sebab dari kerelaan diri menahan letih."
"kalian mau mendengar cerita saat matahari terbenam dan berganti peran bulan setelah gelap tiba?."
Malam hari pastinya kami menunggu panggilan makan malam dari chef handal siapa lagi kalau bukan adik - adik kami di Tekpala, maaf yahh bukannya lebih banyak mengambil peran wanita ketika di dapur tetapi karena memang kondisi yang membutuhkan, seusai makan malam tak ketinggalan untuk membuat forum untuk membahas kegiatan esok harinya.
Lampu rumah terlihat tak konstan kadang redup kadang pula terang maklum tenaga listriknya masih menggunakan pembangkit listrik tenaga air yang tak semewah PLN punya, namun cukup membuat kehangatan dirumah yang saya tempati. "kehangatan karena melihat canda serta tawa dari raut wajah mereka."

Comments
Post a Comment