Nenek Tubuh tak sekuat dahulu, nampak keriput di sekujur tubuhnya dengan sedikit membungkuk ketika berjalan sambil menenteng kantungan serta menyunggi karung yang telah terisi dengan tumpukan sampah plastik. Ia tak bosan-bosannya masuk di antara pintu kecil belakang Teknik mulai pagi, siang hingga sore menjelang nampak si nenek tua berjalan diantara mahasiswa yang katanya berpendidikan. Ia berjalan melewati beberapa fakultas mengais tumpukan sampah. yah botol minuman bekas bagaikan barang berharga, dengan tongkatnya ia mengambil satu persatu kemasan plastik yang terbuang sia-sia sadar atau tanpa sadar oleh pemiliknya. Dengan gerak tubuh yang lamban dan sedikit bicara. Menerka Apa mungkin si nenek sudah terlatih hidup mandiri?, atau kah tak ada uang untuk membeli makanan karena si anak belum gajian?, nalar terus lah bertanya tanpa henti menerka membayangkan si Nenek yang kadang menepih sejenak karena lelah berjalan. Ia pun harus berlomba dengan pengais rezek...
Menceritakan pengalaman pribadi dan memberitakan peristiwa langsung