Nenek
Tubuh tak sekuat dahulu, nampak keriput di sekujur tubuhnya dengan sedikit membungkuk ketika berjalan sambil menenteng kantungan serta menyunggi karung yang telah terisi dengan tumpukan sampah plastik. Ia tak bosan-bosannya masuk di antara pintu kecil belakang Teknik mulai pagi, siang hingga sore menjelang nampak si nenek tua berjalan diantara mahasiswa yang katanya berpendidikan.Ia berjalan melewati beberapa fakultas mengais tumpukan sampah. yah botol minuman bekas bagaikan barang berharga, dengan tongkatnya ia mengambil satu persatu kemasan plastik yang terbuang sia-sia sadar atau tanpa sadar oleh pemiliknya. Dengan gerak tubuh yang lamban dan sedikit bicara.
Menerka
Apa mungkin si nenek sudah terlatih hidup mandiri?, atau kah tak ada uang untuk membeli makanan karena si anak belum gajian?, nalar terus lah bertanya tanpa henti menerka membayangkan si Nenek yang kadang menepih sejenak karena lelah berjalan. Ia pun harus berlomba dengan pengais rezeki lainnya yang lebih mudah dan cekatan.
Suaminya
Kalau kalian yang tinggal di daerah pampang mungkin pernah menaiki becak motor yang dimiliki oleh suami si nenek, beliau juga sudah tua kadang sakit-sakitan jika sakitnya kambuh tak ada lagi yang membawakan karung si Nenek, jika beban bawaanya berat terkadang beliau hanya menitipkan barangnya di pinggir pos jaga di belakang Teknik.
"mana bapak ma? "Tanyaku. "dirumah nak sakit"ungkapnya. Perempuan ini dengan raut wajah yang santai berjalan sendiri menyusuri tembok pembatas kampus dengan harapan semoga esok hari si bapak sudah sembuh dari sakitnya.
Ikut merasakan
Kali ini barang bawaan si nenek cukup banyak saya bersama adik-adik menemani si nenek sampai di rumahnya soalnya si bapak belum sembuh dari sakitnya. Dirumah yang kecil dengan perabot yang banyak membuat ruangan semakin sempit, tadinya mau langsung pulang lantaran setiap saat di panggil untuk masuk jadi kami masuk dan menikmati makanan seadanya.
Mereka saat itu tinggal berdua soalnya anaknya sudah berkeluarga jarang tinggal dirumah. Dengan umur yang di berikan oleh yang maha pencipta bagi saya mereka mesti saling menguatkan satu sama lain, seperti di waktu muda dulu.
Rezeki pagi hari
Saya sering nginap di kampus soalnya sudah merasa nyaman dengan suasana nya, tiba-tiba si nenek datang membawa 1 rak telur dan biskuit dengan maksud memberikan kepada kami, lantas saya menolaknya sebab bagi ku jerih payah si nenek mengumpulkan plastik yang tak seberapa harganya harus terpotong gara-gara membelikan kami makanan.
Dengan nada yang memaksa kami pun enggan menolaknya si Nenek pulang dengan raut wajah yang berseri
-seri sebab niatnya telah terpenuhi, beliau kembali melakukan aktivitasnya mengais sampah plastik tanpa di temani seorang pun.
Bagaimana kabarmu Nek
Semenjak saya menyelesaikan study 2020 lalu, saya tidak pernah tahu lagi kabarnya sekarang bagaimana, semoga masih senantiasa di karuniai kesehatan dan di mudahkan rezekinya. Hingga kami bisa di pertemukan lagi dengan kondisi yang lebih baik. Aamiin
Comments
Post a Comment