Gerimis malam itu tak begitu deras di sebagian wilayah Soppeng, namun cukup membuat beberapa petani kegirangan karena tanamannya di perkirakan tak layu untuk beberapa waktu ke depan, awalnya mau datang lebih awal tapi karena ada kendala, maka saya baru beranjak dari rumah hampir jam 8 malam. Mungkin baru sekitar 15 km di perjalanan, hujan pun turun hingga membasahi pori - pori pakaian tak ada yang terlontar dari mulut kata - kata hujatan, kini saya mulai bersahabat dengan ciptaannya selama beberapa dekade ini, mungkin karena bertambahnya usia pemahaman pun kian berubah. Belum lagi hujan juga pernah berjasa ketika cadangan air pada saat di alam bebas menipis.
"Kenapa tak berhenti berteduh."
Bukannya tak mau menepi sejenak saya pikir hujannya tak awet, juga saya takut ketinggalan banyak momen - momen penting makanya tak ada pikiran yang kuat untuk berhenti karena hujan. Yang ada hanya basah kuyup. "sempat saya berfikiran seandainya saya membawa pakaian ganti mungkin saya terbebas dari pikiran negatif." Saya pun tiba di pinggiran kota tak ada tanda - tanda hujan mau redah saya rasa airnya telah masuk menyentuh pakaian utama.
"setibanya di gedung pertemuan."
setelah membuka jaket dan mengibas - mengibaskannya sebelum di persilahkan masuk kami harus mengikuti protokol kesehatan terlebih dahulu, di pintu masuk hiasan lampu yang tak sedikit jumlahnya mengisi langit - langit juga ditambah beberapa foto kegiatan adik -adik terpajang maknanya tersampaiakan bahwa mereka - mereka ini lah yang bawa ke 1 Dekadenya organisasi daerah dengan harapan yang tak pernah pupus.
Setelah melewati itu semua panitia di bagian registrasi tak mau kalah agresifnya menyapa beberapa pengunjung untuk mengisi daftar hadir yang di sediakan, sekotak makanan hadiah untuk kami setelah mengisi daftar hadir. Adik - adik pun berdatangan menyapa dan berjabat tangan momen inilah yang tak pernah tergantikan oleh apapun dan juga tak cukup mampu menuliskan berbagai syair untuk mengungkapkan semuanya hanya kata SIPAKATAU {Memanusiakan manusia} kiranya dapat mewakili. "tapi sebelum kalian duduk manis menunggu acara ini di mulai ada baiknya kalian berfoto dulu."
"sebenarnya saya tak cukup pede jika harus berfoto dengan pakaian rapi apalagi kalau sudah pakai sepatu hehe. Maaf juga karena saya tidak mematuhi protokol kesehatan selama kegiatan ma'lum saya belum terbiasa untuk itu. Dan saya tidak mau menggiring pikiran saya ke hal - hal negatif yang pastinya semoga kita semua dapat terhindar dari penyakit itu." Di belakang meja registrasi kalian bisa menambah koleksi foto kalian dengan mencoba photo booth yang sedari tadi menanti dengan beberapa gaya keren kalian.
Tempat duduk saya tak menetap kadang di belakang, kadang pula di depan juga kadang di samping. Saya senang melihat dari berbagai sudut pandang, lampu ruangan seketika padam bunyi gendang serta alat musik tradisional menggema pertanda acara ini akan segera di mulai.
Kata sambutan dari ketua pertama {kak Yunas} membuka kegiatan ini, sorak sorai tepuk tangan mengiringi pembukaan 1 Dekade Imps Umi, tibalah saatnya satu persatu penampilan mulai di pertontonkan dari musik tradisional, perkusi, tari, nyanyian dan juga teater masing - masing punya nilai positifnya menampilkan sesuatu yang menarik emosi penonton salah satunya saya yang tak henti - hentinya menatap tajam juga menepuk - nepuk tangan dengan lantang.
"Acara 1 Dekade Imps Cukup sukses."
Di samping melihat antusias para pengunjung yang begitu banyak juga emosi saya di koyak - koyak hingga habis kegiatan ini patut di berikan jempol, teruntuk siapa lagi kalau bukan panitia yang sangat serius dan semangat menuangkan ide serta materi yang tak sedikit jumlahnya saya rasa mereka survive karena masih dalam kondisi pandemi. Untuk saat ini mungkin saya belum bisa memberikan banyak bantuan kepada kalian semua, Yang pastinya kegiatan ini dapat berjalan degan meriah.
Kalian luar biasa...
Comments
Post a Comment