Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2021

Donasi Untuk Majene dan Mamuju

Dari karang taruna Tetewatu juga pemuda siaga bencana Desa palangiseng berterimakasih banyak kepada orang - orang baik yang telah banyak membantu menyumbangkan sebagian rezekinya untuk penggalangan dana kemanusian korban gempa bumi di sulawesi barat sehingga, selasa 19/01/21kami dapat mengumpulkan uang tunai sebanyak 2.036.000,00 yang kemudian kami alokasikan dana tersebut untuk membeli bahan pokok makanan dan minuman berupa mie instan 15 dos dan juga air mineral 18 dos untuk para korban bencana alam di sulbar.  Bahan pokok tersebut akan di bawah oleh gerakan mapadeceng (Gema), yang diwakilkan oleh bapak ustadz Sukri bertempat di jalan Laburawung depan Bulog. Insyallah kalau tidak ada halangan logistik akan di kirim pada hari sabtu dan mudah - mudahan ada anggota dari karang taruna juga pemuda siaga bencana dapat ikut serta membantu penyaluran logistik di lokasi bencana.  Dana yang terkumpul sebagian juga disisipkan kepada korban kebakaran yang baru-bar...

Solidaritas Peduli Bencana Alam

"Aksi solidaritas pemuda karang taruna Tetewatu dan Pemuda siaga bencana Desa palangiseng menggelar aksi penggalangan dana di pasar Tetewatu,  untuk para korban bencana alam di sulawesi barat. Minggu,17/01/21." Hari ini adalah hari ke 2 kegiatan penggalangan dana untuk saudara kita yang terkena musibah gempa bumi di sulawesi barat, kemarin kegiatan penggalangan dana ini berlangsung di kota soppeng tepat nya di perempatan lampu merah lapajung dengan mengumpulkan dana sebesar 341.000 dan bukan cuman kami saja yang melakukan aksi penggalangan dana ada beberapa kelompok mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Antusias masyarakat sangatlah besar demi membantu para korban bencana alam.  Sebelumnya kami juga pernah melakukan aksi serupa ketika terjadi bencana alam di masamba dengan beberapa komunitas serta para pengusaha yang tergabung dalam Sinergitas peduli bencana. Kali ini titik penggalangan dana selanjutnya berada di kampung kami sendiri, Alhamdulillah berkat sumbangan...

Tergoncangnya Misi Kemanusiaan

Sudah saatnya mengemasi lagi peralatan safety.  Setelah hujan lebat melanda kota makassar akhir tahun lalu,  yang membuat di sebagian wilayah terendam air setinggi lutut bahkan perut, tak begitu lama selang waktu peristiwa itu dan awal bulan ini di belahan bumi selalu ada kabar yang tak menyenangkan. " Mana helm orange!" Alat ini cukup setia menemani dikala suka maupun duka, suka di saat memanjat tebing hingga top, juga duka ketika melihat manusia serta alam beradu fisik untuk menentukan siapa yang dapat bertahan.  "kampus hijau." Sudah menjadi ritual ketika ada salah satu anggota yang hendak berpergian demi tugas serta tuntas, pergi untuk hal yang menyangkut hidup orang lain, mencoba bernegoisasi dengan waktu. 3 saudara kami menentukan nasib dalam tugas kemanusiaan ini,  dipimpin oleh ketua divisi sar Tekpala ft-umi makassar biasa di panggil Rama garuda. Tak ada ciuman di pipi seperti tante-tante yang baru ketemu sahabatnya, mereka di lepas dengan doa dan di peluk ...

Bencana lagi

Awal bulan ini saya lihat banyak bencana alam yang terjadi, baru - baru saja tepatnya pukul 02.28.36 detik, story instagram teman lewat camera cctv terjadi begitu cepat, beliau terbangun dari pembaringannya dengan kondisi panik, sambil berlarian menyampaikan pesan kalau saat ini terjadi gempa. Majene 15 januari 2021 gempa ini cukup terasa alhamdulillah kondisi mereka serta keluarganya baik - baik saja kemarin juga 14 januari 2021, gempa tektonik juga terjadi sekitar jam 13.35.49 wib wilayah majene yang Berdampak kerusakan parah pada sebagian rumah.  foto ini adalah dokumentasi langsung dari organisasi kemanusiaan ACT. Belum kering banjir bandang yang melanda kalimantan selatan pada kamis kemarin, juga para korban kecelakaan pesawat sriwijaya air yang belum semua di temukan. Masa pandemi yang kian hari belum menentu kapan berakhirnya, "ada apa denganmu bumi?." Lyrik lagu peterpan tak semerdu beberapa akhir pekan ini, kejadian demi kejadian telah membuat saya berfi...

Berdagang Tahu

Maaf baru ada kesempatan menulis,  lagi sibuk cari duit untuk modal nikah wkwkwk.. bercanda. Postingan ini harusnya lebih dulu ter publish tapi karena penyakit malas sedang melanda,  jadi terlambat untuk menceritakan tentang sosok pedagang kaki lima yang tak sengaja ku jumpai. Namanya juga tulisan feature bukan hardnews yang lebih mengutamakan persoalan waktu kejadian.  "Awalnya janjian dengan beberapa teman akhirnya sendiri." Siapa yang pernah mengalami hal serupa?, minggu ceria kali ini tujuannya di appasereng'nge salah satu daerah ketinggian di Desa mattabulu pastinya sudah tidak asing lagi di dengar, yang sukanya camp di alam bebas sudah hafal betul lokasi ini dan juga mungkin ada diantara kita yang camp 2 kali seminggu waouu..  Saya start dari rumah sore hari,  tampaknya cuaca kali ini cukup tenang setenang kendaraan mio soul gt biru, melaju di atas aspal yang tak semulus ketika baru jadian heheh. Tanpa melambaikan tangan serta salam karena telah mengharap...

1 Dekade Imps Umi

Gerimis malam itu tak begitu deras di sebagian wilayah Soppeng, namun cukup membuat beberapa petani kegirangan karena tanamannya di perkirakan tak layu untuk beberapa waktu ke depan, awalnya mau datang lebih awal tapi karena ada kendala,  maka saya baru beranjak dari rumah hampir jam 8 malam. Mungkin baru sekitar 15 km di perjalanan,  hujan pun turun hingga membasahi pori - pori pakaian tak ada yang terlontar dari mulut kata - kata hujatan, kini saya mulai bersahabat dengan ciptaannya selama beberapa dekade ini, mungkin karena bertambahnya usia pemahaman pun kian berubah. Belum lagi hujan juga pernah berjasa ketika cadangan air pada saat di alam bebas menipis.  " Kenapa tak berhenti berteduh." Bukannya tak mau menepi sejenak saya pikir hujannya tak awet, juga saya takut ketinggalan banyak momen - momen penting makanya tak ada pikiran yang kuat untuk berhenti karena hujan. Yang ada hanya basah kuyup. "sempat saya berfikiran seandainya saya membawa pakaian ganti mungkin sa...

Memilih dan Terpilih

Sebagian orang memilih untuk pergi ketika masalah yang di hadapinya tak kunjung usai, namun sebagian juga memilih untuk tinggal mempertahankan dan melebur, 2 hal yang tak selaras menjelma bagai pemangsa yang siap menerkam siapa saja. Pilihanlah yang menjadi penentu dari sekian peristiwa setelahnya,  namun akal hanya dapat memprediksi bukan memastikan.  Harusnya kita pandai memperhitungkan kondisi, akibat situasi yang semakin menentukan kecepatan ini, bisa jadi salah satu dari kita memilih hal bukan yang terbaik untuk kita namun terbaik hanya untuk kacamata di setiap orang. "Saya tertarik menuangkan kata frekuensi, sebab karena nya wujud yang beda namun isi yang sama membuat ikatan yang saling berhubungan." "sepertinya alur ceritanya akan masuk pada kisah romantisme nih." " Mmmm.. kalau saya ubah ceritanya akan banyak kalimat dan banyak hal serta pelajaran yang pastinya setiap orang pernah merasakan bagaimana ia menyakiti dan tersakiti." Tapi untuk sekarang...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....

Keringat

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada Organisasi ke pecinta alaman Tekpala Ft-Umi Makassar yang memberikan kami banyak pengalaman hidup. "sebelumnya saya pernah menulis tentang Dusun Bahonlangi kalian scroll  saja kebawah". Dusun ini sudah menjadi rumah kedua setelah rumah dikampung soalnya -+ 2 minggu kami melakukan kegiatan bakti sosial,  niat nya sama seperti kalian pada umumnya saling tolong menolong antar sesama penghuni bumi.  "Udara di tempat ini amatlah sejuk, kalian yang rumahnya di pegunungan sudah pasti terbiasa dengan udara disini. " Wah.. sudah bertahun - tahun tdk pernah lagi mengunjungi Dusun itu pasti sudah banyak yang berubah apa daya belum ada waktu luang untuk kesana, barang kali esok atau lusa saya masih di beri kesempatan menikmati segala karunia Tuhan yang amat nikmat. "wallahu a'lam bissawab."  " Sekarang kamu terbayang tidak?, bagaimana keadaan tempat itu?." " Yahh.. seperti yang anda pikirkan airnya s...

Buang, Bakar, Kubur Atau Pindahkan

Kalian pasti pernah masuk hutan entah di waktu kecil ataupun dewasa, kalau rumah saya dulu dekat sekali dengan hutan jadi tempat bermain kami kalau bukan di lorong rumah, di jalanan, pastinya larinya kehutan tapi sayang sekali ingatan ku masa itu sangat sedikit jadi saya tidak bisa menggambarkan secara detail kepada kalian maklum peristiwa itu berlalu kisaran 20 tahunan ke atas heheh...  Tapi kalian setuju tidak?, kalau masa-masa Sd adalah masa yang paling berani,  bebas melakukan sesuatu dan paling sering kena marah,  beranjak dewasa kita mulai di batasi oleh aktivitas yang tak sedikit mulai dari pendidikan, keluarga, finansial dan juga aktivitas lainnya sehingga waktu bermain semakin berkurang setelah kalian beranjak dewasa dan sekarang zaman digitalisasi merubah dari bermain menjadi permainan kita yang dewasa lebih memilih permainan ada yang sekedar main ada juga yang memperoleh keuntungan dari permainan itu.  "Hmmm... " Mari kita lanjut cerita ini den...

Musuh Terkuat Adalah Dirimu Sendiri

Akhir - akhir ini saya sedang mengulang - ulang sebuah buku best seller tentang "Berfikir Positif" dari seorang penulis muslim Dr. Ibrahim Elfiky. Bukunya ringan untuk di baca dan juga lebih membuka cakrawala pemahaman saya tentang cara kerja pikiran dan pengaruhnya dalam kehidupan. Sebelum nya saya juga pernah mendengar tentang bahayanya berfikir negatif bagi kesehatan,  namun dalam kehidupan sehari - sehari tak semudah membaca buku mungkin karena kebiasan menilai diri sendiri juga orang lain tanpa melihat objektifnya. Kita tahu bahwa sebagian orang selalu pasti menyimpan penilaian negatif bahkan disaat orang berbuat baik saja pikiran negatif dapat menggerogoti pikiran orang lain yang melihatnya.  Buku itu juga membahasa soal kebiasaan orang yang terlahir dari pikiran mereka dari pola pikiran, perekaman, pengulangan, penyimpanan, pengulangan dan kebiasaan hal ini lah yang selalu tumbuh kuat di akar akal kita sendiri, bebas membiarkan perekaman itu terjadi hingga ...

01.01.2021

Ada yang beda menjelang penutupan akhir tahun 2020 ini,  yang tahun kemarin tidak sedikit manusia yang merayakan di setiap tempat untuk menyaksikan berpindahnya waktu dari tahun 2019 ke 2020 sambil membakar petasan dengan jumlah besar hingga langit di penuhi asap,  namun tak banyak orang yang melihatnya mungkin karena mereka terpesona dengan cahaya terang bekas ledakan petasan yang begitu indah.  Hampir setahun lamanya kita di batasi untuk bertemu bahkan memenuhi kebutuhan perut saja kita selalu di intai oleh rasa takut yang tiap hari di beritakan di media-media mainstrem, covid-19 telah banyak mengubah kebiasaan manusia walaupun sisi negatifnya telah membuat perekonomian jatuh,  juga sistem bersosial yang jauh dari kebiasaan tetapi kali ini bumi cukup legah mendapatkan waktu istrahatnya dari sekian banyaknya waktu yang di pakai untuk menimbulkan Berbagai pencemaran lingkungan.