Skip to main content

I Lagaligo di bumi latemmamala

 Penulis : Eki

 
Pagelaran Seni Lagaligo 3

"Karena bukti sejarah sehingga dapat kita ekspresikan dalam bentuk kesenian, masa lampau yang penuh tanda tanya dan meninggalkan rasa penasaran lebih besar, sudah semestinya kita yang masih peduli akan warisan budaya lebih banyak menambah wawasan serta berpergian untuk mengungkap sesuatu yang sudah ada,- Lapangan Gasis Soppeng, 19 September 2018."


Festival Budaya dan Seminar Internasional Lagaligo,yang menjadi tuan rumah pada perayaan kali ini adalah kabupaten Soppeng kota yang jaraknya kurang lebih 158 km dari kota makassar ini versi Google Map, untuk sampai ketempat ini kalau dari makassar ada 2 (dua) rute yang bisa dilalui, anda dapat menempuh jalur  dari arah Maros-Bone kemudian dari arah Pangkep-Barru. Kota kalong adalah sebutan kota ini, di percayakan menjadi tuan rumah dalam pagelaran Tradisi dan Budaya yang sebelumnya pernah di adakan di Barru, dan Luwu , Cerita I LAGALIGO ini merupakan fragmen terpanjang di dunia lebih panjang dari naskah MAHABHARATA India, manuscript Lagaligo di tulis oleh Colliq Puji'e (Arung Pancana Toa), Ratu Tanete dari kerajaan kecil di Sulawesi selatan pada tahun 1852-1858 dari sebagian sumber yang saya peroleh. 

Menurut cerita perjalanan panjang ini di mulai dari hadirnya seorang penguasa di bumi bernama La toge langi yang di beri gelar Batara Guru yang bertempat di Ussu daerah luwu timur dan kemudian menikah dengan We nyili'timo sepupu sendiri hingga melahirkan saudara kembar Sawerigading dan We tanriyabeng, dari jalur Sawerigading lah maka lahirlah seorang anak yang bernama I LAGALIGO yang sampai sekarang ceritanya masih kita dapatkan juga di akui oleh UNESCO yaitu salah satu organisasi dunia bidang pendidikan,keilmuan dan budaya.

Dari kegiatan ini banyak sekali partisipan yang menyambut mulai dari tokoh adat, komunitas seni, komunitas penggiat pusaka dan juga masyarakat dari beberapa golongan mereka dapat menikmati sajian berupa pagelaran seni, pameran pusaka, kuliner tradisional, tari kolosal dan permainan rakyat tak kalah serunya memeriahkan acara ini. Saya sangat berharap kegiatan ini dapat menjadi teguran bagi anak - anak sebab sekarang sebagian lebih dominan menghabiskan waktunya dengan bermain handphone ketimbang melestarikan permainan tradisionalnya, mungkin perlu banyak edukasi tentang nilai - nilai budaya serta tradisi agar mereka tak sekali saja mencoba namun menjadikannya suatu ladang untuk melestarikan budayanya.

kalian dapat menonton sebagian dokumentasinya di Channel Eki Thec


Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....