Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik, tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya. mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. "Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."
Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!." Sebenarnya sebelum masuk Smk mau ambil jurusan Arsitektur tapi karena biaya nya mahal terus demi melanjutkan skill bapak yang doyan utak atik mesin jadinya saya bertekat harus jadi anak mechanical engineering tulen yang semoga tuhan mengizinkan.
Setelah cita - cita kita tercapai atau belum sempat jangan lah selalu menyalahkan diri atau pun orang lain, pikirkan lah peluang - peluang berikutnya "seperti nyablon, jual sticker kalau ingat masa - masa ini kayak mauka kembali kuliah jual sticker dengan baju di farmasi, Fkm" Edd.. Farmasi mi lagi mau mi di apa kalau itu ji yang paling dekat Fakultasta wkwkwk.
"sudah - sudahimi bercanda ta dari tadi senang - senang sendiri ki dengarki Juga nasihat ku, sekedar mengingatkan ji ini."
Kita tahu pasti kita akan kembali kepada satu titik sumber dari segala yang ada, jika hanya dunia menjadi tolak ukur kesuksesan, maka apakah tidak kah sia - sia tugas kita dibumi?
Comments
Post a Comment