Hay.. apa kabar kalian semua, semoga dalam kehidupan sehari-hari selalu di berikan kesehatan dan kebahagian. Kali ini saya ingin mengajak kalian kembali mengingat-ngingat tentang peristiwa yang menyisahkan banyak kenangan mulai dari akal yang belum pernah berfikir terlalu berat sampai dengan menangis jika keinginan tidak di terpenuhi heheh.
Anak lelaki
Bagi anak lelaki kecenderungan untuk bermain di luar rumah adalah hal yang lumrah dibanding dengan kebanyakan anak perempuan yang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, namun jika mereka bermain bersama kalian pasti ingat permain ayah dan ibu? Heheh jangan senyum-senyum sendiri.. permainan ini berbentuk dari kolaborasi antara anak laki-laki dan perempuan yang gara-gara mencontohi kehidupan ayah dan ibu dengan status suami istri sehingga kegiatan yang dilakukan lebih kepada sesuatu hal yang sensitif namun belum masuk dalam kategori pornografi hehe.. maaf yah, tidak semua permainan ini dilakukan kok hanya saja ketika ada teman yang lagi cinta monyet.
Fantasi di waktu kecil penuh dengan keberanian wajar saja dampaknya selalu di nomor tiga kan, mereka yang merasakan sakit dulu ketika bermain atau berkelahi setelah itu baru mempelajari ternyata kegiatan itu berbahaya. Anak laki-laki mah cenderung bebas mungkin cuman sedikit yang tidak, sebab faktor lingkungan keluarga juga mempengaruhi kebebasan atas sebagian anak yang dilarang keluar rumah.
Kalian pernah tidak mengalami luka yang parah hingga membekas sampai saat ini?, coba ki lihat kembali di sekujur tubuhta ada bekas apa saja dan pasti selalu membawa kalian untuk mengingat kejadian itu, sama halnya dengan saya hal bodoh dan berani salah yang saya lakukan ketika memegang pembatas listrik dengan daya yang membuat saya pingsan dan membekas di bagian tangan saya, untung saja teman saya memiliki reaksi spontan untuk melepas tangan saya yang menempel dan pada akhirnya beliau juga ke setrum.
Sebelum ke sekolah
kamu pernah tidak?, Membuka kembali album foto dengan seragam sekolah lengkap?, Pasti kalian ingin berkata kenapa bergaya seperti itu, kenapa pakaiannya tidak seperti ini dan banyak lah perspektif sekarang ini yang menghujat foto tempo dulu nya hehe.. padahal kalau kita pikir dalam akal yang sudah memiliki sudut pandang yang luas bahwa ibu kita tidak henti-hentinya membangunkan kita di pagi hari, memandikan, membuat kan sarapan, memakaikan pakaian dan paling lucunya dan berkesan adalah ketika saya melihat foto di jaman SD dulu dengan muka yang penuh bedak juga rambut yang belah samping kadang belah dua ahh mungkin gaya rambut itu menjadi kesukaan ibu saya dulu hehe.
Dan sekarang mungkin kita beranggapan aneh, disaat gaya kita dulu seperti itu padahal diwaktu dulu kita tidak pernah menolak dengan gaya seperti itu bahkan sudah menjadi bagian dari hidup kita, tidak ada kok yang pernah mencelah dengan gaya itu, hanya saja sekarang kita terlalu banyak memasukkan gaya hidup di dalam memori akal bawa sadar kita yang jauh beda dari gaya anak jaman 90 an. Beda jaman beda pula karakter dan gaya individunya boleh jadi anak sekarang ketika beranjak di tahun 2040 an kedepan mungkin mereka juga menertawai gayanya yang sekarang hehe, begitu nampak dan terasa yah perubahan yang terjadi begitu pesat dan cepat.
Setuju/tidak setuju
Sadar atau tidak sadar, saya dan kamu mungkin pernah menyimpan rahasia tersendiri tentang hal bodoh yang pernah dilakukan sewaktu kecil dulu dan sekarang hampir saja kita lupa memastikan kabar teman kita semasa SD bagaimana keadaan dan kondisinya sekarang?, bahkan untuk mengingat rupanya saja sudah membuat kita susah untuk membayangkan. Apa yang ingin kita sampaikan dan berikan untuk teman SD kita?
Comments
Post a Comment