Skip to main content

Memilih dan Terpilih

Sebagian orang memilih untuk pergi ketika masalah yang di hadapinya tak kunjung usai, namun sebagian juga memilih untuk tinggal mempertahankan dan melebur, 2 hal yang tak selaras menjelma bagai pemangsa yang siap menerkam siapa saja. Pilihanlah yang menjadi penentu dari sekian peristiwa setelahnya,  namun akal hanya dapat memprediksi bukan memastikan. 

Harusnya kita pandai memperhitungkan kondisi, akibat situasi yang semakin menentukan kecepatan ini, bisa jadi salah satu dari kita memilih hal bukan yang terbaik untuk kita namun terbaik hanya untuk kacamata di setiap orang. "Saya tertarik menuangkan kata frekuensi, sebab karena nya wujud yang beda namun isi yang sama membuat ikatan yang saling berhubungan."

"sepertinya alur ceritanya akan masuk pada kisah romantisme nih."

"Mmmm.. kalau saya ubah ceritanya akan banyak kalimat dan banyak hal serta pelajaran yang pastinya setiap orang pernah merasakan bagaimana ia menyakiti dan tersakiti." Tapi untuk sekarang ini semua itu hanya menjadi koleksi pribadi kita sendiri simpan lah di album memori yang tak terlalu dalam juga tak terlalu dangkal hehehe. 

"Bagus kayaknya buat ki api unggun."ujar rekan seperjalanan, malam itu selain lokasinya di kelilingi pepohonan juga anginnya cukup sedang cocok lah bagi saya untuk menyalakan api tapi harus terjaga. Picture di atas adalah koleksi perjalanan selama lintas di pegunungan Soppeng kalian bisa baca di tulisan sebelumnya yaitu "Tanah Datu", sembari menunggu pergantian tahun momen ini akan menjadi momen yang pertama kali melihat letusan kembang api dengan sudut pandang yang sangat jauh tanpa suara letusan. 

"kenapa kamu memilih meninggalkan keramaian untuk beberapa hari kedepan?." 

Ini semua karena saya pernah berniat yang berujung memilih bukankah kita tak pernah lepas dengan sikap memilih? bagaimana pun hasil akhirnya tak kan pernah merubah pilihan, yang bisa kita ubah.. hanya lah penilaian sehingga membuat diri berfikir positif atau negatif. 

Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....