Skip to main content

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG: @Dandhy_laksono

Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan. 

Bantar gebang 
tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kumuh serta, berserakan yang nampak di pikiran. 

Kalu dihitung - hitung mungkin hanya 1-2 kali saya pernah lihat tempat pembuangan sampah ini itupun melalu tv, dan dari video #nyampah ini menunjukkan bahwa permasalahan sampah bukan lagi sekedar hal yang lumrah,  kalian coba deh nonton filmnya bayangkan 45,5 Ha luas tps di penuhi sampah bahkan sudah membentuk gundukan dari kurang lebih 110 Ha luas keseluruhan tps. 

Wauu.. luarbiasa sekali yaa itu baru penampakannya dari luar bahkan di perkirakan volume sampah yang masuk perharinya rata-rata 6000-7000 ton/hari maklumlah soalnya produk-produk yang masuk dalam FMCG: Fast Moving Consumer Goods (produk-produk yang memiliki perputaran produksi dengan cepat) ini menjadi salah satu potensi menumpuknya sampah di tps. 

Jika wadah itu selalu terisi dan tidak mengalami kekurangan setiap harinya pastinya wadah tersebut akan penuh bahkan melebihi kapasitas wadah, bayangkan jika beberapa tahun kedepan lokasi tps Bantar gebang akan melebihi kapasitasnya, namun salah satu pengelolah tps mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih membangun tempat pengolahan sampah jika sudah rampung ada kemungkinan tps bantar gebang di tutup. 

Pengais rejeki
kita masih memiliki harapan pada sosok manusia yang bekerja di tumpukan sampah, mereka datang untuk memilah-milah sampah yang memiliki nilai jual. Seperti halnya yang dilakukan oleh sepasang suami istri yaitu sukirno dan supriyen kurang lebih mereka bekerja sudah 5 tahun dan pendapatan per harinya 50 - 100 ribu perhari. 

Walaupun banyak pemulung yang melakukan aktivitasnya setiap hari tak kan pernah sebanding dengan sampah yang masuk setiap harinya sebab jumlah manusia lebih banyak dibandingka jumlah pemulung apalagi yang berada di ibu kota jakarta ditambah tidak adanya mesin pengolah sampah. 

Kita sebagai pelaku utama sadar atau tidak membiarkan proses ini terjadi baik dalam lingkungan kita sendiri, perlu di ketahui bahwa sampah plastik yang dinikmati sekian menit namun bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. 

Sampah plastik tidak akan terurai di tanah, jika punya niat untuk menguburnya dan akan menjadi mikro plastik/atau potongan-potangan plastik yang ukurannya kurang dari 5 mm jika kita hendak membuangnya ke sungai, menurut World economy forum di perkirakan 2050 mikro plastik jauh lebih banyak daripada ikan. 

Jadi bagaimana dong kita kan sangat tergantung dengan makanan serta minuman juga perlengkapan mandi yang kemasannya dari plastik atau kaca? Hmmm coba deh kita mulai pikirkan apa saja makanan serta minuman yang dapat kita kurangi pemakaian plastiknya. Contohnya kalian bisa membeli tumbler untuk mengisi ulang air minum, juga jika membeli sesuatu kantongan yang dulunya plastik dapat kalian ganti dengan menggunakan kantongan yg terbuat dari kain,  yaa..  walaupun tak berpengaruh sekali setidaknya kalian dapat menyumbangkan keperhatinanmu setiap hari. Seperti halnya yang dilakukan oleh teman gustika yang bernama Allysa putri

Allysa putri
Gustika kali ini mengantarkan kita untuk mendengarkan pengalaman temannya bagaimana progresnya selama ini dalam menyikapi persoalan sampah, awal pertama ia menjadi seorang yang lebih tekun dalam mengolah sampah pribadi ketika berada di hongkong ia dengan sengaja membuang sampah namun di tegur oleh rekannya, katanya membuang sampah sembarang bisa di denda. 

Seorang perempuan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan juga mengganti pola hidupnya dengan menyesuaikan kebutuhan yang ramah lingkungan dapat ia lakukan seperti berbisnis makanan dengan kemasan dus juga daun sebagai alas makanan. 

Ia pun mengajak Gustika ke pekarangan rumahnya untuk melihat sampah organik yang ia olah menjadi kompos. Kita juga bisa seperti Allysa putri yang gemar mengolah sampah pribadi, mulai dari diri sendiri hal yang tak asing lagi kita dengar namun perlu untuk kita urai sendiri dalam benak kita. 

ICEL & REGULASI
indonesian center for environtmental law (pusat hukum lingkungan hidup indonesia)  Fajar adalah salah satu bagian dari organisasi ini, kalian perlu tahu bahwa uu no 18 thn 2008 tentang pengolahan sampah ungkapnya. Salah satu dibuatnya uu tentang pengolahan sampah karena memiliki dampak terburuk bagi manusia contohnya karena kelebihan kapasitas pada tpa sehingga terjadi longsor dan memakan korban. 

Di Bantar gebang saja sampahnya sudah tinggi, jadi kalau sampai beberapa tahun kedepan tak di tutup mungkin hal yang serupa pada beberapa tpa yang mengakibatkan korban jiwa dapat terjadi juga di Bantar gebang. 

Jadi pemerintah setempah harus lebih cepat menanggulangi situasi ini sebelum terjadi beberapa ancaman, alat pengolahan sampah sangat dibutuhkan untuk mengurangi penumpukan, seperti halnya di negara-negara maju seperti Amerika dan Belanda produsen harus bertanggung jawab terhadap kemasannya, menarik botol atau kaleng agar tidak berkeliaran menjadi sampah. 

Regulasi ini sangat manjur di lakukan di negaranya jadi di setiap supermarket dan swalayan terdapat mesin pengumpul botol dan kaleng sehingga konsumen bisa menukar sampahnya dengan uang atau kupon. Lain lagi yang dilakukan singapura negara ini membangun sebuah pembangkit listrik bertenaga uap yang di dapat dari hasil pembakaran sampah. 










Comments

Popular posts from this blog

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....