Skip to main content

Hari Bumi


Saya pernah bertanya apakah itu hari bumi? 
Saya pernah memikirkan untuk apa hari bumi di peringati? 
Dan saya pernah rasakan seperti itu memperingati hari bumi. 
Teman-teman semua mungkin punya cara dan cerita sendiri bagaimana memaknai hari bumi ini. Bahkan orang yang tidak mau tahu soal lingkungan mengerti bahwa tempat mereka pijak, tempat mereka hidup, tempat mereka menggantungkan sebuah harapan.  bahwa semoga bencana-bencana alam tak lagi membuat orang merasa sedih karena kehilangan sanak keluarga juga harta. 

Ramai ber story
Kemarin ruang media sosial tak luput dari berita tentang perayaan hari bumi, mereka menyampaikan kepeduliannya tentang lingkungan dari bilik akun pribadinya bahkan hanya sekedar membagikan hal yang berulang kali di bagikan. Hal sekecil dan semuda itu juga termasuk bentuk kepedulian alih-alih supaya di anggap peduli soal lingkungan. Ya maha guru maha benar dengan persepsinya lantas kenapa orang yang tak mengerti tentang lingkungan membagikan hari bumi? Bukan kah kita adalah manusia yang serba kekurangan, serba tak tahu apa-apa? Berhentilah merasa hebat dari orang lain. 

Setiap hari penting
Tadi saya tidak sengaja membaca tulisan dari senior ia bilang bahwa "kita seorang petani setiap hari merayakan hari bumi". Saya pikir bahwa kalimat itu pantas di jadikan pedoman, bahwa tiada hari tanpa merawat serta menjaga dan melindungi botani dan zoologi sebab kita sebagai manusia yang ber akal dan punya segudang perencanaan sudah semestinya bertindak dengan segala kemampuan yang kita miliki. Kamu tidak perlu menunggu banyak pengetahuan dulu untuk merawat bumi,  yang kamu perlukan adalah rasa disaat polusi udara sudah menganggu pernafasanmu. 

Tekpala Ft-umi Makassar
kemarin kamis, 22 april 2021 organisasi pecinta alam melakukan kampanye lingkungan dengan berjalan kaki mulai dari kampus Universitas Muslim Indonesia sampai di CPI. Mereka beramai-ramai menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat bahwa bumi sedang tak baik-baik saja. Merayakan hari bumi yang kedua kalinya di masa pandemi covid-19 yang belum usai dengan mematuhi prokes adalah sesuatu yang tak biasa. Mereka sambil mengangkat bola bumi juga menyampaikan secara lisan serta tulisan tentang kerusakan-kerusakan alam yang terjadi. 

Teringat pada 2011 silam hal serupa juga pernah kami lakukan waktu itu bertepatan terjadinya bencana alam di tokohu jepang. Bahkan mulai 2020 hingga saat ini bencana alam tidak pernah mereda tanpak menunjukkan kerusakan-kerusakan alam yang sangat dahsyat, apalagi kalau kita melihat hutan di kalimantan yang di ubah menjadi lahan multikultur tidak sebanding dengan pohon yang tumbuh ratusan tahun kini tumbang hanya beberapa menit. Dampak nya pula seketika dirasakan beberapa seperti rusaknya ekosistem mahluk hidup, banjir juga tanah lonsor. 

Generasi selanjutnya
Butuh banyak manusia yang saling bergotong royong mengeluarkan segenap kekuatan, menyalurkan energi positif tentang pola serta prinsip dalam merawat, menjaga serta melindungi bumi. Siapa lagi kalau bukan kita, ya kamu adalah orang yang mempunyai harapan yang menginginkan hutan tumbuh lebat, air yang tak tercemar juga gunung yang nampak kokoh menjulang tinggi. Tebarkan pahammu kepada sanak keluarga serta teman juga orang di sekitarmu tentang cara kecil menjaga dan merawat bumi, barang kali generasi yang akan datang akan tumbuh menjadi generasi yang sadar akan tanggung jawab sesama mahluk hidup. 

Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....