Skip to main content

TAKLUKKAN JALUR MRC - 4

Pangkep adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki pegunungan serta pulau-pulau yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya gunung Bulusaraung dan juga pulau Langkadea. Panorama alam yang terbentuk secara alami ini membuat sebagian penggiat alam mencoba meng eksplor dengan berbagai ragam kegiatan seperti , dilakukan oleh Mahasiswa Pecinta Alam di Teknik Umi Makassar (Tekpala) dalam kegiatan Mountain Race Competition yang ke 4 di desa Manggalung Kec.Mandalle, 15 - 17 November 2019, sebelum nya Event lomba lari digunung ini diselenggarakan di Takalar pada MRC 3, juga tak kalah serunya pada event 2 tahun yang lalu.

Event nasional ini diselenggarakan 2 tahun sekali sehingga banyak persiapan untuk menempah fisik dari sekarang demi mempersiapkan lomba berikut nya, pada MRC ke 4 ini ada yang berbeda dari kegiatan sebelumnya yaitu penambahan kategori lomba khusus wanita  sehingga terpisah dengan pria mereka datang dari berbagai elemen baik dari kalangan Umum maupun dari Mahasiswa serta pelajar, dengan jumlah peserta sebanyak 91 tim yang berpartisipasi 76 dari peserta pria dan 15 dari peserta perempuan, pada hari Jum'at 15 November 2019 sebagian peserta dan panitia berangkat dari kampus Universitas Muslim Indonesia tepatnya di Fakultas Teknik dengan menggunakan kendaraan Truck TNI namun ada juga peserta yang menggunakan kendaraan pribadi, sore hari setibanya di Pangkep atau tempat camp peserta di desa Manggalung Kecamatan Mandalle satu persatu peserta membuka carrier lalu mendirikan tenda hingga terlihat warna merah berpadu dengan warna lainnya menghiasi lapangan hijau dengan latar gunung yang kokoh. Malam harinya suasana begitu romantis di balik gunung, bulan sedang mengintip diam-diam pancaran sinarnya cukup terang di ujung sana terdengar suara canda tawa para peserta MRC 4 sedang berbagi cerita pengalaman serta menambah keakraban di antara para peserta lainnya. " Kesannya bahagia pokoknya Nemu teman berbagai daerah terus sharing pengalaman curhat gak jelas  dan Nemu lawakan baru wkwkwk" ungkap Resky salah seorang peserta putri dari Organisasi Pencinta Alam Lestari Makassar. Sementara itu panitia sedang sibuk membicarakan teknis lapangan juga dengan para tim medis dari Siaga ners Unhas dan Fisioteraphy Unhas.

Mentari pun menyapa meninggalkan gelap yang sedikit demi sedikit memudar peserta dan official sedang mempersiapkan kebutuhannya ada yang sedang memasak roti berlapiskan daging dan telur, ada pula yang sedang menyeduh kopi penghangat badan setelah embun pagi memberikan kesejukannya melewati pori-pori kulit. Sebelum melaksanakan pembukaan, peserta dan panitia melakukan pemanasan yang dipandu oleh tim kesehatan dari Fisioteraphy, gerakan demi gerakan mulai dari kepala,leher,tangan,pinggul serta kaki di gerakkan dengan ritmenya masing-masing keringat pun mengucur deras membakar kalori dalam tubuh. Seusai nya pemanasan peserta dan panitia mengikuti rangkaian pembukaan Mountain Race Competition yang ke 4 yang di buka langsung oleh ketua DPRD kabupaten Pangkep Bpk Muhammad Yusran Lalogau dengan memegang bendera start ditangannya dan melepas 1 peserta sebagai tanda dibukanya kegiatan MRC ke 4 ini pada hari Sabtu 17 November 2019.

Kategori peserta wanita yang memiliki kesempatan untuk start lebih awal di susul dari peserta pria, 3 peserta dilepas secara bersamaan meleweti jalur pengerasan kemudian masuk ke hutan dengan Medan menanjak ditambah terik matahari yang begitu menyengat satu persatu peserta beristirahat lalu melanjutkan perjalanan nya, susul menyusul antara peserta lain antara pos start sampai pada pos 1 jalurnya lumayan panjang dengan jalur yang cukup menanjak dimana beberapa peserta terlihat kualahan seperti ketika saya bertanya pada salah satu peserta wanita mengenai jalur yang di lewatinya " jangan tanyain soal jalur karna yang kujawab pasti mampus dimana tanjakan cinta banyak turunan pun ambyar intinya the best jalurnya " kata Resky dari OPA Lestari Makassar pemilik akun IG Reskiyanirsl, kalau dirasakan sih, jalur memang cukup menguras tenaga walau hanya berjalan apalagi dengan kondisi lari butuh tenaga berkalilipat lanjut, setelah melewati pos 1, Medan ke pos 2 tidaklah se ekstrim ke pos 1 dimana medannya landai dan sedikit tanjakan dan penurunan. di setiap pos ada beberapa tim medis yang standby menunggu peserta yang  trouble mereka dengan sungguh-sungguh memprioritaskan bagi peserta yang butuh pertolongan "mantap sekali service nya cepat tanggap terus pelayanan nya sesuai dengan yang di harap malahan kalau selesai keluhan pertama natanya ki lagi yang lain" ungkap Kiki dari Laskar Pala pemilik akun IG Kikihatta dan setelah melewati pos 2 peserta akan menemui jalur penurunan yang ekstrim untuk sampai pada pos 3  lalu, keluar dari hutan menuju jalur pengerasan untuk sampai ke finish pada jalur ini lah, peserta dapat berlari kencang untuk mendapatkan waktu tercepat namun bagi peserta yang sudah ke habisan tenaga memilih berjalan sampai kefinish ada pula yang tak sanggup lagi sampai ke finish dan memilih gugur. Peserta yang sampai ke finish dikalungi medali finisher sebagai ucapan pencapain setelah menempuh banyak rintangan.

Akhirnya sampailah pada penentuan juara pada malam harinya, sebelum pengumuman hasil juara di sampaikan, peserta dan panitia makan bersama ciri khas dalam kegiatan ini jadi, momen ini lah, yang paling ditunggu-tunggu terlihat keakraban serta kelekatan emosional mulai  terbayarkan diatas hidangan yang sederhana namun mewah kala bersama. " Beh, mantap tawwa kebersamaannya semoga MRC KE 5 bisa lagi bertemu " kata arram dari lizard mountain. Rombongan peserta lainnya masih berdatangan mereka duduk ber lesehan lalu menyantap makanan yang telah disediakan.

Dalam kegiatan ini bukan lah, soal mencari juara dan mendapatkan hadiah tapi, lebih di utamakan adalah terciptanya rasa kekeluargaan, keharmonisan yang terbangun diantara para peserta serta menambah kawan baru. Harapan dari ketua panitia pelaksana kegiatan MRC 4 ini " Mudah-mudahan di MRC 5 nnti bisa jauh lebih baik dari MRC 4 dan segala kekurangan dari MRC 4 dapat di evaluasi sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu dari kegiatan MRC itu sendiri, dan Mudah-mudahan kegiatan ini, bisa terus ditingkatkan untuk mempertahankan ke kompakan kader dari Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia dan khususnya kader Tekpala Ft - Umi Makassar" Ibnur Hajar Bangun. Dari kegiatan ini bukan cuman lomba saja namun ada juga Kegiatan gotong royong bersama warga,penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis semuanya Alhamdulillah berjalan dengan lancar berkat dukungan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Pangkep.








Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....