Skip to main content

MAKASSAR DAN PINRANG HIPNOTIS PENONTON DI ATAS PANGGUNG

Soppeng, anregurue.blogspot.com - tarian dan musikalisasi puisi di acara La Galigo III di lapangan gasis, Selasa 18/12/2018.

Pentas seni pada malam ke dua di acara La Galigo III mendapatkan kan antusias penonton yang cukup besar dari malam sebelumnya, tidak hanya kegiatan pentas seni tetapi berbagai macam pameran di pertontonkan.

institut seni dan budaya Indonesia Sulawesi Selatan yaitu peserta pentas seni dari Makassar ini menampilkan musikalisasi puisi yang cukup apik yang membuat penonton terbawa oleh lantunan musik serta rangkaian kata yang begitu dalam hingga membuat bulu kuduk bergetar.

Seperti yang di katakan oleh  salah satu penonton bahwa penampilan musikalisasi puisi ini terjawab oleh rasa juga seperti apa yang di tampilkannya penuh rasa pula.

"Perasaan ketika mendengar kan lagu dan melihat ekspresi wajah mereka membuat merinding hingga ke kepala" ujar Haerul

Tidak hanya penampilan musikalisasi puisi namun peserta dari Sanggar seni Pinrang (S2L) juga tak kalah menarik nya menampilkan sebuah karya tari kreasi dengan judul tari Ana' Dara Marennu. Dengan penari wanita yang cukup mempesona membuat mata serasa terhipnotis.

Di sela-sela kesibukannya salah satu pendiri sanggar seni Lasinrang  ini memberikan penjelasan tentang tari kreasi yang mereka tampilkan pada acara La Galigo III.

"Tari Ana' Dara Marennu menceritakan kegembiraan sekaligus icon  Pinrang sekarang  yaitu Marennu".ungkap Zaenal

Ia kembali menuturkan tentang kondisi yang terjadi tentang tari-tarian sekarang ini.
"Tarian sekarang sudah banyak tersentuh oleh modern namun masih banyak juga yang masih kental budayanya"

Menanggapi kondisi tari masa kini salah satu anggota dari institut seni dan budaya Indonesia Sul-sel mengatakan bahwa tarian tradisional tidak boleh dikaburkan sebab lahir dari budaya masyarakat sendiri.
"Beda tipis antara mengkreasikan dengan mengaburkan seni tradisional itu harus di lestarikan, wilayah orang kreator mengembangkan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang ada" ungkap Fatta Tuturilino

Penonton tumpah ruah di lapangan gasis Soppeng yang menyaksikan pentas seni sehingga ada kemungkinan dari penampilan semalam mengakibatkan penonton akan bertambah di malam berikutnya.

>>klik disini untuk melihat video<< 

>>klik disinini untuk melihat video<<


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....