Skip to main content

Jadi Tuan Rumah La Galigo Ke- III, Soppeng Padukan Festival Budaya dan Seminar Nasional

Soppeng, cakrawalaide.com, Festival budaya La Galigo Ke III kembali digelar, kini soppeng menjadi tuan rumah, Kegiatan tersebut diselenggarakan di lapangan Gasis serta waduk, Senin (17/12/2018).

Kegiatan festival budaya dan seminar nasional yang berlangsung Senin 17 hingga 23 Desember, diikuti seluruh Instansi pemerintahan Soppeng, Bupati Se- Sulawesi Selatan, para Raja – raja Nusantara serta tamu dari luar negeri.

Adapun beberapa agenda acara yakni, kirar budaya, prosesi adat, musik massal, tari massal, pementasan sere api dan kolaborasi mappadendang, pementasan seni, seminar nasional, perkemahan kampung budaya, permainan rakyat, kuliner, dan pameran benda pusaka.

Diketahui, La Galigo merupakan tokoh keturunan dewa, mulai dari kakek yang pertama kali mengisi bumi yaitu Batara guru kemudian Batara lattu’ juga menurunkan tunas yaitu Sawerigading, dan yang terakhir sampai lah pada keturunan ke empat ialah La Galigo. Cerita turun-temurun sebagai epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan, ditulis antara abad ke 13 – 15 dalam bentuk puisi, dan ditulis dalam lontara kuno.

Naskah asli la Galigo berada di negeri Belanda dan di simpan di perpustakaan Universitas Leiden Belanda, La Galigo epik mitos terpanjang di dunia sebagai Memory Of The World yang telah di sahkan dan di akui UNESCO.

Dalam pembukaan festival budaya ini H. A. Kaswadi Razak, selaku Bupati Soppeng menuturkan bahwa kegiatan festival budaya ini masih tetap bertahan hingga saat ini.

“Leluhur kita dapat mempertahankan tradisi, yang dapat di lihat sebagai bukti naskah la galigo,” ujarnya.

Lanjut, H. A. Kaswadi Razak Juga memiliki keperihatinan akan kelestarian tradisi selama ini yang di sebabkan oleh kemajuan teknologi.

“Kemajuan teknologi mengakibatkan terkikisnya nilai Pangadereng (adat istiadat), Dalam Bugis nilai Pangadereng dapat di lihat dari tutur kata dan perilaku,” tambahnya.

Dari kegiatan ini Suriandi selaku penonton mengatakan festival budaya ini lumayan bagus memperkenalkan kembali sejarah kepada masyarakat.

“Lumayan bagus, karena memperkenalkan sejarah pada masyarakat Watan Soppeng,” ujarnya.

Lanjut, salah satu tamu undangan Luki mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting agar budaya kita tetap lestari.

“Luar biasa dan sangat menarik dan penting sekali karena kita perlu mengembangkan dan melestarikan budaya kita sendiri,”

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, dan juga diluar Sulawesi masih ada waktu untuk melihat langsung festival budaya dan seminar nasional La Galigo, sebab kegiatan ini akan berlangsung selama 1 Minggu.

Penulis : Eky

Red : Shim

klik disini 






Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....