Skip to main content

Spritual yang abstrak


     Terimakasih tuhan untuk hidup yang engkau berikan hingga sampai saat ini. Anda pasti masih merasakan nafas yang keluar masuk dari saluran pernafasan bekerja beraturan tanpa engkau perintah namun terkadang begitu sulit untuk memaknai pemberian ini seolah - olah menjadi abstrak seketika sebab manusia punya banyak perspektif dan beragam dalam menanggapi wujud spritualnya. Boleh jadi kita melihat dari sisi sosial, psikologis atau ilmu lainnya, seperti ilmu apriori (atau pengetahuan yang kita peroleh dari akal itu sendiri) dimana kebenaran ilmu ini tidak akan bisa di peroleh dari ilmu a posteriori (ilmu yang di peroleh dari pengalaman dan eksperimen) dimana indera menjadi elemen penting untuk memperoleh pengetahuan. Rasa syukur kembali beraroma mawar, wanginya nampak pada indera penciuman dibalik kalimat yang ambigu ini tak kunjung nampak pada realitas namun nampak pada akal, memberikan saya makna bahwa "waktumu masih ada, segala indera masih bisa kamu rasakan lantas apa yang harus kamu perbuat untuk hari ini ?" bisikan kata yang amat lembut mulai bertanya namun jiwa tak kunjung sejalan dengan raga.

    Waktu selalu menjadi harapan, berproses adalah kendaran yang membawa saya dan anda bisa berada di tempat lain bertindak dengan pola - pola berbeda hingga menemukan apa yang ingin dicapai oleh diri, mestinya kita cukup menerima lebih banyak dan membuat hati lebih leluasa untuk menampung segala realitas baik bersifat positif maupun negatif bukan malah mendahulukan perspektif pribadi untuk di akui kebenarannya tak kuat kah kita lebih banyak mendengarkan ?. Yaa.. kita masih dalam proses belajar dan selamanya akan tetap memantapkan diri hingga datangnya pemutus kenikmatan. Saya teringat pada suatu perjalanan dimana kami bertiga berjalan di pinggiran tebing hingga menemukan gua yang menjadi tempat beristrahat hingga tersadar  bahwa kenikmatan bukan sekedar berada di tempat mewah dengan makanan ala resto tapi kenikmatan bagi saya ketika jasmani sudah ingin di penuhi pintanya disaat ia lapar dan letih kita selalu ada untuk meberikan ke inginannya, sekali lagi kita selalu di perhadapkan mengenai definisi dimana definisi tidak akan sampai pada pengertian yang sempurna sebab kita mempunyai pengertian sendiri dalam mendefinisikan sesuatu.

Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....