Terimakasih tuhan untuk hidup yang engkau berikan hingga sampai saat ini. Anda pasti masih merasakan nafas yang keluar masuk dari saluran pernafasan bekerja beraturan tanpa engkau perintah namun terkadang begitu sulit untuk memaknai pemberian ini seolah - olah menjadi abstrak seketika sebab manusia punya banyak perspektif dan beragam dalam menanggapi wujud spritualnya. Boleh jadi kita melihat dari sisi sosial, psikologis atau ilmu lainnya, seperti ilmu apriori (atau pengetahuan yang kita peroleh dari akal itu sendiri) dimana kebenaran ilmu ini tidak akan bisa di peroleh dari ilmu a posteriori (ilmu yang di peroleh dari pengalaman dan eksperimen) dimana indera menjadi elemen penting untuk memperoleh pengetahuan. Rasa syukur kembali beraroma mawar, wanginya nampak pada indera penciuman dibalik kalimat yang ambigu ini tak kunjung nampak pada realitas namun nampak pada akal, memberikan saya makna bahwa "waktumu masih ada, segala indera masih bisa kamu rasakan lantas apa yang harus kamu perbuat untuk hari ini ?" bisikan kata yang amat lembut mulai bertanya namun jiwa tak kunjung sejalan dengan raga.
Waktu selalu menjadi harapan, berproses adalah kendaran yang membawa saya dan anda bisa berada di tempat lain bertindak dengan pola - pola berbeda hingga menemukan apa yang ingin dicapai oleh diri, mestinya kita cukup menerima lebih banyak dan membuat hati lebih leluasa untuk menampung segala realitas baik bersifat positif maupun negatif bukan malah mendahulukan perspektif pribadi untuk di akui kebenarannya tak kuat kah kita lebih banyak mendengarkan ?. Yaa.. kita masih dalam proses belajar dan selamanya akan tetap memantapkan diri hingga datangnya pemutus kenikmatan. Saya teringat pada suatu perjalanan dimana kami bertiga berjalan di pinggiran tebing hingga menemukan gua yang menjadi tempat beristrahat hingga tersadar bahwa kenikmatan bukan sekedar berada di tempat mewah dengan makanan ala resto tapi kenikmatan bagi saya ketika jasmani sudah ingin di penuhi pintanya disaat ia lapar dan letih kita selalu ada untuk meberikan ke inginannya, sekali lagi kita selalu di perhadapkan mengenai definisi dimana definisi tidak akan sampai pada pengertian yang sempurna sebab kita mempunyai pengertian sendiri dalam mendefinisikan sesuatu.

Comments
Post a Comment