Kita tidak pernah menyangka pernah di pertemukan di tempat ini bahkan sekali pun tak pernah meminta untuk tidak di pertemukan, kejadian demi kejadian selaras dengan kehendak sang pengatur segala kehidupan terproyeksi dalam wujud nyata. Mata pun saling memandang tanpa tanya, hingga raga pun kian menerima mereka tanpa sebelumnya mengenal latar belakang serta kelas sosial lainnya, Teramu menjadi ikatan yang kolektif antara manusia. Menempuh jalan serta aturan yang di sepakati bersama membawa kita tetap solid kita hanya cukup membiasakan diri saja menerima peristiwa - peristiwa yang tak biasa dalam hidup toh, ini tak selamanya di jalani sebab akan tiba masanya, tanpa terkecuali kita kembali membereskan pakaian, memasukkan satu persatu barang bawaan ke dalam ransel / koper lalu kembali pulang kerumah dengan rutunitas yang seperti biasanya. Pangkajenne tempat kami di pertemukan selalu ada wajah - wajah baru menyambut kami membuat saya lebih siap untuk membuka diri sebagaimana minoritasnya kami berada di kampung orang.
Desa Manggalung adalah lokasi kami beberapa minggu kedepan untuk menjalani segala aktivitas di masa kuliah kerja nyata (KKN), Sebelum berpindah ke lokasi terakhir yaitu kelurahan Bontomatene, salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Segeri, dari rumah panggung berwarna hijau inilah memberikan banyak sekali kenangan kebersamaan dengan rekan - rekan seperjuangan semasa KKN belum lagi dengan pemilik rumah yang menunjukkan kesediannya menampung kami dan juga menerima segala karakter yang berbeda - beda. September 2014 selama kurang lebih sebulan mengisi hari - hari dengan mereka belajar tentang karakter serta sifat, melakukan kerja - kerja sosial membuat emosional kami lebih dekat terbukti dengan nampak canda serta tawanya, ibarat mengadu nasib di kampung orang etika menjadi pengingat agar tak berlebihan dalam bersikap, namun kadang kala lupa selalu menjadi bom waktu bagi tindakan kami.
Comments
Post a Comment