Skip to main content

Nyatanya kerja



     Kita tidak pernah menyangka pernah di pertemukan di tempat ini bahkan sekali pun tak pernah meminta untuk tidak di pertemukan, kejadian demi kejadian selaras dengan kehendak sang pengatur segala kehidupan terproyeksi dalam wujud nyata. Mata pun saling memandang tanpa tanya, hingga raga pun kian menerima mereka tanpa sebelumnya mengenal latar belakang serta kelas sosial lainnya, Teramu menjadi ikatan yang kolektif antara manusia. Menempuh jalan serta aturan yang di sepakati bersama membawa kita tetap solid kita hanya cukup membiasakan diri saja menerima peristiwa - peristiwa yang tak biasa dalam hidup toh, ini tak selamanya di jalani sebab akan tiba masanya, tanpa terkecuali kita kembali membereskan pakaian, memasukkan satu persatu barang bawaan ke dalam ransel / koper lalu kembali pulang kerumah dengan rutunitas yang seperti biasanya. Pangkajenne tempat kami di pertemukan selalu ada wajah - wajah baru menyambut kami membuat saya lebih siap untuk membuka diri sebagaimana minoritasnya kami berada di kampung orang.

    Desa Manggalung adalah lokasi kami beberapa minggu kedepan untuk menjalani segala aktivitas di masa kuliah kerja nyata (KKN), Sebelum berpindah ke lokasi terakhir yaitu kelurahan Bontomatene, salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Segeri, dari rumah panggung berwarna hijau inilah memberikan banyak sekali kenangan kebersamaan dengan rekan - rekan seperjuangan semasa KKN belum lagi dengan pemilik rumah yang menunjukkan kesediannya menampung kami dan juga menerima segala karakter yang berbeda - beda. September 2014 selama kurang lebih sebulan mengisi hari - hari dengan mereka belajar tentang karakter serta sifat, melakukan kerja - kerja sosial membuat emosional kami lebih dekat terbukti dengan nampak canda serta tawanya, ibarat mengadu nasib di kampung orang etika menjadi pengingat agar tak berlebihan dalam bersikap, namun kadang kala lupa  selalu menjadi bom waktu bagi tindakan kami. 



Comments

Popular posts from this blog

Indonesia Dengan Sampahnya

   Foto yang di ambil dari IG:  @Dandhy_laksono Film documentary yang di sutradarai oleh Sindy febryani telah rilis kemarin sabtu, 6 maret 2021 di kanal youtube Greenpeace indonesia. Dalam video berdurasi 34 menit 35 detik ini kita di ajak langsung melihat aktivitas seorang tokoh Gustika jusuf  selaku host dalam film #nyampah, mulai dari ia memproduksi sampah pribadi, kemudian kita di ajak berkunjung ke salah satu rekannya yang mengolah sampah pribadi serta menyambangi salahsatu organisasi ICEL (indonesian center for environtmental law) disini kita diajak untuk mengetahui tentang hukum lingkungan.  Bantar gebang   tempat pembuangan sampah yang berada di jakarta ini,  sering kali teringat dalam pikiran saya mungkin namanya sudah tenar seperti para aktor di indonesia namun bedanya jika mendengar kata aktor muncul sosok yang terbayang di benak entah soal ketampanan, skill maupun meterinya tetapi kalau dengar Bantar gebang penampakan jorok, kum...

Anak Teknik

Hari ini seorang sarjana Teknik kerja dengan teknik,  tapi bukan seperti si doi kamu yang kerjanya di pertambangan, kantoran, atau sejenisnya "mereka patut di banggakan karena prestasinya" nah saya beda dengan mereka kerjanya cuman pasang tenda pengantin yang belum jadi penganti miris kan?, "sudah-sudah jangan selalu merendahkan diri" iya terimakasih nasihatnya.  mmm... dari sudut pandang lain, tuhan memang tahu kalau saya terbiasa dengan ketinggian jadi rezekinya dari usaha pasang tenda. " Jadi kalau kalian mau buat pesta perayaan jangan lupa berkabar ya heheh."  Tidak ada yang tahu esok kita akan jadi seperti apa dan bagaimana, dulu sewaktu Sd sukanya menggambar juga olahraga sepak bola sampai Smp, tamat Smp sepak bolanya masih lanjut Menggambar nya tidak, pas kuliah olahraga sepak bolanya berkurang digantikan dengan penggiat alam hingga jatuh hati kepadanya. "trus kenapa kamu ambil jurusan teknik? Ga ada nyambung-nyambungnya dari hobi kamu panjul!....