Penulis: ASR
![]() |
| Pembukaan kegiatan |
Soppeng, Anregurue.blogspot.com - Musyawarah budaya yang di selenggarakan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Soppeng di gedung Aula, Jum'at (11/09/2020).
Tema dari kegiatan ini yaitu Rapat koordinasi dan singkronisasi data dan program/kerja dengan maksud agar menyatukan perspektif antara pemerintah dan masyarakat tentang tradisi - tradisi / budaya yang ada di Soppeng dengan mengkaji lebih dalam tentang cerita sejarah atau berupa situs peninggalan masa lampau juga masih banyak cerita/situs yang belum diketahui dan di masukkan dalam warisan tradisi serta kebudayaan yang ada di Soppeng.
Sambutan pertama dari Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan beliau menyampaikan secara langsung anggaran dari pemerintah untuk masyarakat yang telah menyiapkan Acara pattaunge di daerahnya.
"Acara Pattaunge karena keterbatasan Dana hanya 50 Jt anggaran Dikbud sehingga 5 juta per Acara budaya juga terpotong administrasi 1,5 jt sehingga Dana yang sampai ke Desa sisa 3,5 Jt ini disebabkan alokasi Dana untuk Covid-19" ungkap Muh.Aziz (selaku kepala dinas)
beliau pun menambahkan sambutannya bahwa bagi daerah yang mendapatkan bantuan Dana pihaknya akan terjung langsung dengan masyarakat dalam kegiatan pattaungeng nantinya dan juga beliau mengharapkan agar sebisa mungkin menghindari budaya - budaya yang merusak aqidah.
"Semua yang mendapatkan dana pattaungeng nanti, kami dan masyarakat ikut juga di dalam bersama - sama insyaallah tapi hindari budaya - biudaya yang bisa merusak aqidah."
![]() |
| Peserta rapat koordinasi |
Dalam kegiatan ini di hadiri oleh UPTD Dikbud, Lurah/Desa, MGMP SMP mata pelajaran Seni budaya, bahasa daerah dan sejarah juga Sanggar Seni/Budaya se kab. Sopeng, kegiatan intinya dimulai sekitar jam 15:00 Wita, para peserta sebelum masuk harus melalui panitia jaga dengan mematuhi syarat yaitu menggunakan masker dan melakukan tes suhu hingga penggunaan hand sanitiser (pembersih tangan). Didalam para tamu undangan sudah di siapkan lembar pertanyaan untuk diisi juga komsumsi, setelah melakukan registrasi para tamu diharapkan untuk mengikuti musyawarah.
Ada yang menarik perhatian di dalam rapat ini bahwa aparatur desa yang lebih dominan dalam menyampaikan Aspirasinya terkait kegiatan - kegiatan budaya yang ada di daerahnya yaitu tradisi turun temurun yang dilakukan, mereka memiliki harapan yang sama bagaimana agar kegiatan mereka selalu di dukung oleh pemerintah baik berupa materi maupun non materi. Lain lagi dari komunitas Sanggar lebih kepada dukungani fasilitator yang ia butuhkan bukan cuman dana melainkan ke seriusan Dinas yang terkait agar lebih peduli dan respon kepada kegiatan mereka.


Comments
Post a Comment