22 April menjadi peringatan hari bumi sedunia, sebagian penduduk bumi dari beragam latar belakang menyuarakan persoalan - persoalan yang menimpa bumi, melalui kampanye di media sosial bahkan mereka yang rela menunjukkan eksistensinya pada realitas nyata, semuanya adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang kian hari menunjukkan kerusakannya. 22 april 2011 lambang negara jepang terpampang di bola bumi menjadikan salah satu bukti sejarah, gempa bumi dan tsunami memporak porandakan Tokohu pada 11 maret 2011. Turun kejalan merupakan salah satu bentuk dari sekian banyak cara menyampaikan pesan kepada khalayak, bahwa bumi tidak sedang baik - baik saja mereka memulai perjalanan dari urip sumoharjo dan finish di pantai losari. Segala bentuk kegiatan ini yang menjadi hasil akhir adalah suatu penilaian dari masyarakat, sejauh mana kampanye ini menjadi sebuah makna yang dapat terpahami akan tindakan seseorang untuk lebih memberikan perlakuan positif terhadap lingkungan.
Terkadang kita lupa medengungkan setiap saat, oksigen yang kita hirup senantiasa berkaitan dengan makluk hidup bukan hanya tumbuhan yang berfotosintesis untuk menghasilkan oksigen namun ada yang di sebut tumbuhan laut bernama Fitoplankton, mahluk ini lah yang memberikan sumbangan oksigen lebih besar dari tumbuhan daratan, jadi seberapa besar keinginan kita untuk menjaga dan melestarikan tumbuhan tercermin dari sikap kita terhadap mahluk hidup di sekitarnya. Belum lagi kabar - kabar lainnya tentang kerusakan bumi masih saja menjadi sorotan bagi setiap individu atau kelompok, selalu saja ada bahan diskusi dan eksekusi apalagi kita lihat organisasi lingkungan dunia bernama GREENFISH tidak main - main dalam menyampaikan pesan kritik kepada korporasi yang menyumbangkan kerusakan lingkungan sebab efek dari rutinitas produksinya selain dari organisasi besar itu, harapan - harapan besar juga akan terlahir pada individu - individu yang menjadikan lingkungan sebagai tokoh Ayah dan Ibu yang perlu di hormati dan di sayangi.
Comments
Post a Comment