Selamat datang di gunung Bawakaraeng, gunung yang memiliki segudang cerita tentang traditional dan juga trust, sedikit megulas beberapa aspek sosial yang masih dilakukan turun temurun oleh sebagian masyarakat disana yaitu kegiatan ibadah shalat yang dilakukan di atas gunung pada bulan Dzulhijjah / memasuki musim Haji. Menurut beberapa orang meyakini bahwa Gunung Bawakaraeng ini adalah tempat pertemuan para Wali dan ada pula yang mengatakan bahwa itu adalah mitos tapi entahlah dari kedua pernyataan itu membuat saya ragu sebab tak cukup pengetahuan ini untuk membuktikan kebenarannya, jika di artikan Bawa itu adalah mulut dan Karaeng yaitu Tuhan jadi Bawakaraeng di artikan sebagai Gunung mulut Tuhan. Saya tidak akan terlalu banyak menceritakan lebih dalam tentang history melainkan sharing pengalaman saja, seperti apa pengalaman pertama mendaki di Gunung Bawakaraeng, pastinya seperti para pendaki pada umumnya apalagi banyak yang lebih hebat kok dari pada saya.
Perayaan 17 agustus 2014 lalu, tepat pertama kali kutapakkan kaki di puncak tertinggi di daerah kabupaten Goa dengan ketinggian -+2700 mdpl, tetapi ada juga yang mengklaim bahwa ketinggiannya -+2830 mdpl dan untuk sampai ke puncak Bawakaraeng ini, kita harus melewati 10 pos wahh.. perjalanan yang cukup panjang dan sudah pasti menguras banyak tenaga. Sebelum kalian meniatkan diri ketempat ini ada baiknya terlebih dahulu kalian ber olahraga menguatkan kembali otot - otot kaki dan paha sebab disamping perjalanannya jauh juga memiliki kontur bervariasi mulai dari tanjakan, penurun maupun pada jalur yang bidangnya datar hmm.. ini versi saya.., Saya saja sangat terkagum - kagum bukan karena keindahan alamnya saja yang buat jatuh hati dan terpesona melainkan efek dari sekian lama berjalan ketika hendak kembali menuju perkampungan kala rutinitas perayaan telah selesai, hingga malam hari ku paksakan kaki ini melangkah, tak mampu tongkat menopang menggantikan lutut yang telah terkuras dayanya hingga sampai di Pos 5 membuat saya kegirangan sebab lokasi ini adalah tempat kebanyakan orang untuk beristrahat hingga menunggu fajar tiba selamat malam lutut yang sedari tadi menerima paksaan.
Comments
Post a Comment