Berada di tempat ini seperti tinggal di sebuah istana yang di kelilingi benteng-benteng kuat / tembok-tembok raksasa bagaimana tidak !, Angan-angan ini terlahir karena melihat deretan pegunungan yang mengelilingi dusun Umpungeng sungguh perasaan takjub melihat itu semua. Mungkin Arung palakka raja ke 15 Bone tak salah langkah memilih tempat ini sebagai tempat pelariannya. Di tempat ini pula kalian dapat menyaksikan peninggalan Arung palakka berupa rambut biasanya diperlihatkan pada acara-acara tahunan selain itu ada juga peninggalan - peninggalan megalitikum lainnya menjadi kan tempat ini kaya akan kebudayaan. Tempat ini juga diyakini oleh masyarakat setempat bahwa Umpungen berada di titik tengah indonesia (The centre point of indonesia) / pusat tanah (possi tana'e). Dibalik keragaman sejarah, budaya juga panorama Alam tempat ini sepertinya cocok di jadikan tempat pengembangan spritual sebab kehidupan yang tenang, sunyi, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dengan suara bising kendaraan.
 |
| Deretan pegunungan |
 |
| Rumah warga |
 |
Garugae/ Megalitikum
|
Perasaan ini terbawa akan suasana dan ke sakralannya hingga terpikir, akan ada suatu perubahan yang di mulai pada diri sendiri setelah meninggalkan tempat ini, entah karena energi nya yang kuat atau kah hanya perkiraan si penulis namun saya tetap percaya bahwa tempat ini telah mendukung proses panjang meninggalkan Rokok, dari sini ilham pun turun. niatpun terucapkan dalam hati seperti halnya janji tanpa ada sanksi. Selalu ada rasa ketertarikan ketika menceritakan peristiwa itu, sebab mungkin bisa menjadi pelajaran dan pengalaman bagi teman - teman yang pastinya selalu ada cara - cara lain untuk meninggalkan suatu kebiasaan yang menurut kalian buruk untuk dijalani. Setelah meninggalkan tempat ini dan hidup seperti biasanya di kampung halaman, ketika berkisar seminggu meninggalkan kebiasaan lama yaitu mengisap batang perbatang tembakau selalu ada hasrat mencoba kembali yang tak bisa ku hentikan, kala itu semua runtuh niat serta janji sekali saja lenyap kenikmatan itu kembali merasuk tanpa beban lalu euforia-euforia yang dulu, telah hidup kembali bagaikan pucuk tanaman yang tersengat mentari pagi. Setelah semua berlalu kemudian beberapa hari selanjutnya bisa jadi energi itu telah membalas kelakuan saya ataupun sikap ingkar janji, saat itu tubuh ini mengalami sakit entah dari mana rimbanya.
Semua di mulai dari niat baik itu sungguh - sungguh / cuman singgah - singgah yang sebentar saja lalu berlalu, apakah kamu percaya seluruh semesta ini menyimpan energi seperti kita semua dapat memindahkan benda ketempat yang lain ?. di tanah itu saya percaya telah banyak peristiwa yang telah berlalu tanah - tanah yang menjadi saksi bagi manusia selanjutnya.
 |
| titik tengah / possi tana'e (pusat tanah) |
 |
| Garugae / Megalitikum |
Awal pertama kali ke tempat ini di karenakan suatu amanah dari Organisasi kampus bernama Tekpala Ft - Umi Makassar sebuah wadah pemersatu penyaluran minat dan bakat di fakultas teknik menitipkan tugas melakukan observasi dalam program masa pengabdian pertama (MPP) yang di peruntukan bagi anggota baru. Saya beserta ke tiga rekan dari kampung memulai perjalanan dari desa gattareng toa menuju dusun umpungeng yang berjarak berkisar 10 km berada di sebelah barat daya Ibu kota kabupaten Soppeng. Kami tiba pada malam hari kemudian mendirikan tenda di sekitaran Garugae/Megalitikum sembari memasak untuk keperluan makan malam. Warga disana sangat ramah untuk kami yang masih terlampau asing kami pun tersapa oleh seorang perempuan mungkin umurnya setara dengan saya mengajak beristrahat di rumahnya beserta keluarganya sungguh pemandangan yang cukup hangat. Mungkin beliau sedang tersenyum ketika membaca tulisan ini heheheh, semoga keluarganya senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan.
Seorang nenek yang saya ajak berbincang waktu itu mengatakan Garugae adalah tempat pertemuan para Raja bisa kita lihat pada batu - batu yang tersusun melingkar di anggap sebagai tempat duduknya dan batu yang berada pada posisi tengah adalah tempat para raja - raja untuk menyampaikan pendapatnya sehingga mereka yakini bahwa tempat tersebut adalah tempat pemersatu. Asal mula tempat ini berasal dari seekor Ayam yang sedang asyik bermandikan tanah membentuk gundukan tanah yang di sebut "Mabumpung" sehingga lokasi tempat ayam membentuk gundukan tanah itu di sebut "Umpungeng". baca artikel (
http://umpungengecovillage.blogspot.com/2014/12/umpungeng-sebagai-asal-mula-nama.html).
 |
| Picture Tribun timur |
Sejarah mengajari kita tentang beberapa hal seperti asal mula jejak - jejak peradaban, mengetahui segala bentuk - bentuk tradisi yang masih bertahan sampai sekarang semua memiliki nilai - nilai nya tersendiri. Sumber - sumber informasi pun perlu di padukan sebab telah banyak informasi - informasi dari zaman ke zaman tertulis maupun lisan ke semuanya saling bersaing untuk memperoleh kebenaran mana lagi dengan informasi - informasi yang sengaja mengaburkan sejarah sebenarnya.
Comments
Post a Comment