Dusun ini berada di kabupaten Bone tepatnya di desa Bonto jai kecamatan Bonto cani. Bahonlangi adalah salah satu desa terpencil dan terjauh di wilayah Bone selatan berkisar 110 km dari kota Watampone. Daerah ini memiliki ke indahan alamnya tersendiri tidak hanya itu mayoritas penduduknya pun terbilang ramah bagi pendatang. Jadi suatu hal yang lumrah ketika banyak dari beberapa kelompok/komunitas baik dari pegiat Alam maupun dari kelompok di bidang pendidikan yang berbagi pengalaman bersama masyarakat dusun Bahonlangi.
 |
| Perjalanan menuju Dusun Bahonlangi |
 |
| Rumah warga yang menjadi tempat penginapan sementara |
 |
| Panorama Alam disekitaran Masjid |
Daerah ini juga memiliki Gunung yang biasa di kunjungi oleh beberapa kelompok penggiat Alam, bernama Gunung Bahonlangi berkisar 1900-2000 mdpl (meter diatas permukaan laut), dengan jalur yang cukup ekstrem juga tanjakan yang menguras tenaga dan keringat, apalagi deretan tumbuhan rotan yang beberapa kali menghambat kecepatan langkah kami. Jadi sungguh sangat di sayangkan bila berkunjung di tempat ini namun tak sempat menapaki Gunung Bahonlangi.
 |
| Puncak bahonlangi |
Mendaki bukan semata-mata menggapai puncak, melihat keindahan dari atas,mengabadikan suatu momen dalam sebuah gambar mungkin itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang dapat kita tangkap dari sebuah pendakian, sepertinya kita perlu merasakan lebih dalam tentang bagaimana cara menundukan ego selama prosesnya juga seberapa banyak karunia yang di berikan selama perjalanan.
Tempat ini menjadi lokasi yang tak pernah saya lupakan, mungkin karena kegiatan yang pernah kami lakukan disana juga tentang beberapa masyarakatnya pernah memberikan pelajaran dan pemahaman kepada saya soal pencarian diri, Awalnya si kakek menggenggam tangan saya sembari melihat serta meraba telapak tangan ini, beliau menyebutkan bahwa leluhur saya orang Bone, sontak saya katakan bahwa saya orang Soppeng kedua orang tua saya terlahir di Soppeng namun si kakek menepis anggapan saya. Puang dendang adalah nama si kakek yang sempat berbincang-bincang dengan saya, kondisinya sangat tua pada waktu saya berkunjung kesana namun sekarang beliau sudah tiada. Semoga beliau diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Warga disana menganggap beliau kurang sehat karena sering kali berbicara yang aneh-aneh mungkin saja mereka berfikir karena usianya yang cukup tua. Entah lah,,
 |
| Puang dendang |
Dari pernyataan tersebut saya pun menelusuri garis keturunan dari bapak dan ibu, mulai dari kakek dan nenek lapis 1 hingga lapis 5 namun belum begitu detail soal karakter serta seberapa banyak saudaranya, dari penelusuran itu saya mendapatkan hasilnya tak jauh beda dengan pernyataan yang pernah beliau katakan kepada saya. Bukan lah suatu kebetulan hanya melihat garis tangan juga pertama kali berkenalan dengannya lalu mampu menebak garis keturunan saya. Mungkin sebuah kelebihan yang tuhan berikan dari sosoknya.
Terkadang tuhan memberikan informasi-informasi yang begitu halus tergantung seseorang mampu menanggapinya dengan menyusunnya sebaik mungkin hingga rahasia dapat terungkap, Bisa jadi sebagai pelajaran maupun peringatan.
Comments
Post a Comment